jump to navigation

Menilai Nilai 7 November 2010

Posted by garinps in Renungan.
trackback

II Korintus  5:16. Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

Saya tertarik dengan ajakan sebuah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dengan thema tulisan yang besar : Menilai Nilai. Nampaknya pembicara mungkin sedikit membuat sensasi, sehingga orang yang membacanya akan tergelitik menyangkut judul tersebut, disamping itu judul KKR tersebut memiliki arti yang cukup luas. Nampaknya ia mengajak orang untuk berdiskusi dengan pertanyaan awal : Bagaimana kita bisa menilai nilai. Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, Menilai nilai berarti memperkirakan atau menentukan nilainya nilai, atau menghargai nilai.

Mengapa kita harus menilai nilai ?. Ini adalah suatu pertanyaan yang berat untuk dijawab secara singkat, tetapi pertanyaan ini sangat memerlukan jawaban, agar apa yang kita miliki punya arti yang bernilai.

Sebagai seorang percaya, pernahkah kita menilai diri kita, apakah kita memiliki nilai atas diri kita. Orang sering mengucapkan “harga diri”, berarti ia berbicara tentang nilai. Pernahkah kita menilai tentang harga diri kita, berapa besar nilai harga diri kita. Berapa ukuran dari harga diri kita itu. Seekor ayam jika kita beli dari pasar dengan harga Rp. 25.000,-, itulah harga diri dari ayam itu. Persoalannya apakah harga ayam yang kita beli tersebut sesuai dengan nilai yang kita bayarkan. Sering kali, setelah orang membayar barang yang telah dibeli, ia mengeluh karena apa yang dibelinya tidak sesuai harga.

Persoalan harga diri itulah yang disebutkan oleh Alkitab, bahwa kita tidak bisa menilai menurut ukuran manusia, sebab kita tidak mampu menilai harga diri, kita tidak memiliki alat ukur (tolok ukur, mistar, timbangan) untuk menilai harga diri. Yang menjadi dasar kita menilai harga diri adalah alkitab. Itulah pengajaran penting yang perlu kita ketahui. Dari sini kita diajarkan bagaimana seorang manusia menilai sesamanya menurut dasar alkitab. Berapakah harga diri dari manusia itu, kita bisa baca pada Kejadian 1:27-28 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Jika Tuhan Pencipta alam semesta menciptakan manusia menurut gambar-Nya, yang menjadi pertanyaan, siapakah yang mampu menilai manusia?. Siapapun juga dia manusia, dia adalah  ciptaan menurut gambar ALLAH. Ibarat seorang pelukis yang sedang menyelesaikan lukisannya. Karya indah yang ingin dihasilkan tersebut bukan dari ide yang diterima dari bisikan orang lain, akan tetapi dari hasil imajinasinya. Sehingga kadang-kadang kita harus terkejut karena mendengar harga sebuah lukisan sangat fantastis, padahal menurut kita lukisan tersebut itu “biasa-biasa saja”. Manusia sendiri tidak bisa menilai bahkan menakar “harga dirinya” , karena manusia dibuat menurut gambar Tuhan sendiri.

Kitab Mazmur menegaskan penjelasan diatas : Mazmur  144:3 Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?

Demikian juga penjelasan pada  Kitab Perjanjian Baru tentang manusia, yang terdapat pada Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Penjelasan-penjelasan diatas menggambarkan bagaimana berharganya “harga diri” dari seorang manusia (anak manusia) di depan pencipta-Nya.

Apakah artinya bagi kita, atas penjelasan diatas.

Manusia sangat berharga dihadapan Tuhan. Penjelasan ini memperingatkan kepada kita untuk selalu menjaga nilai-nilai tersebut. Siapapun juga seorang manusia, Ia sangat berharga dihadapan Bapa yang Maha Kuasa. Seringkali tanda disadari kita menjadi hakim atas sesama kita sendiri. Tanpa kita sadari seringkali kita mengganggap orang lain itu rendah dibandingkan diri kita karena kondisi orang tersebut, mungkin dia mengalami cacat secara fisik, mengalami cacat secara moral, dibandingkan dengan saya yang normal, tidak cacat secara moral maupun cacat secara fisik.

Manusia sangat berharga dihadapan Tuhan berarti kita pun harus menjaga nilai tersebut yang ada pada diri kita.  Bukan hanya orang lain, nilai berharga tersebut harus dipelihara dan dijaga, melainkan diri kita sendiri sangat berharga dihadapan Tuhan. Sering kali kita tidak memahami nilai diri kita sendiri, bahkan tidak menjaganya. Bahkan Tuhan sendiri melalui firman-Nya meminta kita untuk menjaga nilai-nilai tersebut dengan sebaik-baiknya.

Ibrani  10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Efesus  5:3. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.

Kolose  3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: