jump to navigation

Mengasihi Yesus 13 Juni 2010

Posted by garinps in Blogroll, Renungan.
trackback

Bacaan : Yohanes 21:15-19;
Lukas 14:26 “Kalau orang datang kepada-Ku, tetapi lebih mengasihi ibunya, bapaknya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, malah dirinya sendiri, ia tidak bisa menjadi pengikut-Ku.

Suatu waktu setelah kebangkitan Tuhan Yesus, terjadilah percakapan kecil antara Tuhan Yesus dengan muridnya Simon Petrus. Percakapan ini terjadi setelah selesai mereka sarapan pagi. Kegiatan biasa pada saat kita selesai makan, untuk menghabiskan waktu sebelum melaksanakan pekerjaan rutin. Dalam percakapan ini nampaknya juga didengar oleh murid lainnya Tuhan Yesus bertanya kepada Simon Petrus demikian : “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku ? ”. Maka simon menjawab Tuhan “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”

Pertanyaan yang diajukan Tuhan Yesus ini disampaikan pada saat Ia telah bangkit dari kematian kepada murid-muridnya. Sehingga dapat dibayangkan bagaimana suasana hati perasaan murid-muridnya atas pertanyaan ini. Yang membuat pertanyaan ini menarik adalah mengapa pertanyaan ini diajukan oleh Tuhan Yesus kepada Simon Petrus sampai 3(tiga) kali. Mengapa tidak diajukan satu kali saja. Penjelasan didalam alkitab, Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah.

Mengapa 3(tiga) kali Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus soal yang sama, apakah Petrus mengasihi Tuhan Yesus lebih dari orang lain ?. Bukankah pertanyaan ini jika diajukan satu kali saja sudah mengingatkan kita bahwa kita mengasihi-Nya. Kita bisa membayangkan apabila kita bertanya kepada seorang yang sangat kita kasihi, Suami atau Istri kita “Mama / Papa, apakah engkau mencintai saya lebih dari perempuan / laki-laki manapun di dunia ini“. Mungkin jika pertanyaan ini diajukan oleh pasangan pengantin baru, tentulah pertanyaan ini bisa menjadi bumbu penyedap atas suka cita kehidupan keluarga baru, walaupun pertanyaan di ajukan oleh pasangannya.

Tidak dibayangkan jika pertanyaan ini diajukan oleh pasangan yang sudah lama menikah bahkan sudah punya cucu. pertanyaan ini wajar bagi kita semua apabila pertanyaan ini di ajukan hanya satu kali saja.”Mama, apakah kau masih mengasihi saya”. Yang menjadi masalah mengapa hal ini di tanyakan 3(tiga) kali oleh Tuhan Yesus.

Bapa / Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus.

Pertanyaan Tuhan kepada Petrus sebenarnya merupakan sebuah titik awal bagi perkembangan Injil di dunia ini. Pertanyaan ini mungkin jika diajukan satu kali saja, tentulah kita tidak akan membacanya didalam kitab Yohanes. Pertanyaan ini tidak akan membuat api yang ada didalam tubuh Simon Petrus menyala terus. Ibarat kita menyalakan api pada sebuah lilin menggunakan pemantik api. Mungkin satu kali apinya belum menyala, kedua kalinya sumbunya baru terbakar dan ketiga kalinya barulah terbakar. Beberapa kali saya menyalakan lilin pada saat perjamuan kudus, biasanya lilin yang akan dinyalakan tidak satu kali menyala, mungkin beberapa kali barulah menyala.
Tuhan membakar hati dan semangat Petrus untuk mengasihi Dia lebih dari mengasihi siapa saja di dunia ini.

Pertanyaan ini sebenarnya juga diajukan kepada kita saat ini juga demikian agar kita pun juga mengasihi Tuhan Yesus lebih dari yang lain. Apakah saya dan Bapak / Ibu sekalian masih mengasihi Tuhan lebih dari yang lain. Jika kita masih mengasihi Tuhan Yesus dari yang lainnya marilah kita semua bersemangat kembali untuk melayani-Nya. Melayani Dia dalam berbagai tugas yang diberikan kepada kita. Tugas melayani dia sangat luas cakupannya, agar semua orang bisa digembalakan. Sebagai pegawai negeri kita bisa menjadi teladan bagi sesama pegawai, sebagai seorang pengajar agar murid-murid bisa diajarkan secara lebih baik, sebagai seorang suami, agar istri dan anak-anak bisa merasakan kasih sayang Kristus di dalam rumah tangganya.

Menjadi pertanyaan, bagaimana kita bisa menjadi gembala bagi sesama kita jika kita tidak mengasihi Tuhan Yesus lebih dari yang lain. Titik awal untuk menjadi murid Tuhan Yesus adalah kita harus mengasihi Dia lebih dari yang lain. Mungkin satu saat kita harus memilih bekerja ataukah beribadah sore hari, antara menjalankan kesenangan kita ataukah melaksanakan tugas yang menjadi kewajiban kita di gereja.

Bapak / Ibu sekalian..

Pertanyaan Tuhan Yesus kepada Petrus sebenarnya juga diajukan kepada kita semua. Karena ini sangat penting. Bahkan Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk mengasihi Dia dari yang lain, jika tidak, sebenarnya bukan murid-Nya / pengikut-Nya. Tanpa penyataan tegas Tuhan Yesus, tentulah kita tidak serius. Tuhan bertanya kepada Petrus sampai 3(tiga) kali, artinya pertanyaan ini sangat mendasar dan penting. Pertama injil dikabarkan karena didasari atas kasih kepada Kristus. Kasih itu membuat banyak orang rela mati bagi Dia. Jika kita membaca sejarah gereja, bagaimana semangat para martir untuk mengerjakan tugas-tugas gerejawi atas dasar pertanyaan Tuhan Yesus tersebut. Apakah Engkau mengasihi Aku lebih dari mereka ?. Jika jawabannya, maka yang harus kita kerjakan adalah mari gembalakan domba-dombanya, di rumah tangga, di tempat kerja, di masyarakat, didalam tugas gerejawi sebagai seorang majelis bahkan pengurus kompelka.

Kita semua diingatkan kembali, apakah kita masih mengasihi Tuhan Yesus dibandingkan lainnya, AMIN.

Palu, 13 Juni 2010

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: