jump to navigation

Kebangunan Rohani Nasional 13 November 2009

Posted by garinps in Renungan.
trackback

Bahan Bacaan : II Tawarikh 15:1-19.

Bapak / Ibu yang dikasihi Tuhan,

Tabea matao rata ri kita sampuria dan salam sejahtera. Kalimat pertama merupakan kalimat yang berarti salam sejahtera bagi kita dari bahasa suku Wana di daerah Bungku / Morowali (Sulawesi Tengah). Semoga kita benar-benar mengalami sejahtera yang berasal dari Tuhan Yesus, ditengah-tengah berbagai pergumulan dan tantangan didalam kehidupan rumah tangga maupun pribadi. Saat ini sering orang memandang sejahtera apabila seseorang memiliki uang banyak, ternyata jawabnya tidak, sebab orang pun gelisah karena ketakutan rumah mewahnya hancur karena gempa bumi, rumah dan hartanya lenyap karena di rampok orang atau bahkan orang ketakutan kerena takut rumah mewahnya dibangun dari hasil korupsi atau menjarah uang rakyat disita negara.

Peristiwa-peristiwa akhir-akhir ini telah membuat kita semua menjadi ketakutan, gempa dimana-mana, tanah longsor, banjir bandang bahkan di tempat yang orang menganggap tempat tinggalnya tidak mungkin terkena bencana ternyata musibah puting beliung terjadi atasnya. Hidup seperti kehilangan damai dan sejahtera. Saya teringat pada saat peristiwa kerusuhan poso beberapa waktu lalu,  rasa damai dan sejahtera kita seolah-olah hilang. Kita segan menegur sesama kita apalagi mereka yang beragama Islam, karena mereka dianggap lawan. Sebaliknya menurut kawan yang muslim merekapun merasakan kehilangan rasa damai akibat peristiwa kerusuhan tersebut.

Sebenarnya jika kita perhatikan,  sumber utama dari kondisi ini adalah media informasi. Coba kita bayangkan apabila bencana gelombang tsunami, tanah longsor dan banjir bandang tidak diberitakan meluas, tentunya kita tidak merasakan kegelisahan. Saya ibaratkan otak kita sebagian besar terisi dengan informasi televisi, sebagian lagi informasi tetangga dan teman, sebagian lagi informasi dari keluarga. Beberapa waktu lalu saya mendapat kiriman video dari kawan di Bandar Lampung. Video tersebut berisi tentang peringatan akan bahaya pengaruh iblis kepada manusia melalui upaya mendorong manusia untuk melupakan Tuhan. Pertama-tama, kita dipengaruhi iblis untuk bekerja dengan giat hingga waktu kita terhadap Tuhan semakin kurang. Kedua Iblis mempengaruhi kita agar kita terikat dengan informasi televisi, sehingga waktu kita sebagian besar terarah didepan layar televisi sehingga kita melupakan waktu untuk Tuhan. Bayangkan jika Tuhan bertanya kepada kita tentang apa kehendaknya, ternyata kita lebih banyak menjawab berita kasus KPK dan Polisi, atau perceraian Anang dan istrinya dsb.

Bacaan kita diatas sebenarnya juga menggambarkan tentang kondisi kita di Indonesia. (Ayat 3 bacaan kita “Lama sekali Israel tanpa Allah yang benar, tanpa ajaran dari pada imam dan tanpa hukum.” 1. Lama sekali bangsa Indonesia tanpa Allah yang benar, 2. tanpa ajaran dari pada imam dan 3. dan tanpa hukum.  Seandainya kita memiliki Allah yang benar tentulah kita bisa berkata dengan jujur Tabea matao rata ri kita sampuria (damai sejahtera). Cukup lama kita telah kehilangan damai sejahtera, seolah-olah damai sejahtera telah dirampas oleh media televisi.

Kita pun tidak atau jarang beribadah, kita beribadah setelah kerusuhan dan bencana alam terjadi dimana-mana. Kita beribadah setelah badai menimpa kehidupan pribadi kita.

Hari senin dan selasa lalu Kaum Bapak GKST melaksanakan perayaan HUT ke 41. Ternyata kaum Bapak yang hadir baik dalam ibadah perayaan HUT Bapak Klasis maupun jemaat Anugrah dapat dihitung dengan jari tangan dan kaki. Kemanakah sebagian kaum Bapak kita.

Kaum muda kita pun demikian, saat ini penuh dengan kesibukan kampusnya. Anak saya sejak kelas 2 kesibukannya luar biasa. Cukup banyak waktunya hanya untuk menanggapi tugas-tugas Bapak / Ibu Guru sekolahnya, sehingga kitapun perlu perhatikan aktivitas pemuda pemuda kita sekarang ini.

Kasus perseteruan KPK dan Kepolisian saat ini membuat kitapun berkesimpulan bahwa bangsa ini seperti tanpa hukum. Kita semua seperti kehilangan arah, bagaimanakah hukum di negeri tercinta ini.

Ayat diatas menceritakan, Bangsa Israel mengalami masa-masa kehilangan damai sejahtera. Cukup lama mereka menderita, dan karena penderitaan yang dialami, akhirnya muncul kesadaran untuk kembali kepada Tuhan. Kesadaran itu dalam bentuk :

1)      Mereka mengadakan perjanjian untuk mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dengan segenap hati dan jiwa.

2)      Setiap orang, baik anak-anak atau orang dewasa, baik laki-laki atau perempuan, yang tidak mencari TUHAN, Allah Israel, harus dihukum mati.

Ayat ini juga merupakan ayat yang diperintahkan Tuhan kepada kepada kita semua, mari kita mencari TUHAN yang benar,  bukan Tuhan yang tidak benar (illah lain), seperti Televisi, aktivitas yang membuat waktu kita habis percuma dan lain sebagainya. Ajakan ini diharapkan tidak hanya sampai disini, tetapi mari kita sebar luaskan kemana-mana. Tuhan saat ini cemburu, karena anak-anaknya telah melalaikan-Nya. Mereka lebih mencintai harta benda, pekerjaan, aktivitas organisasi dari pada Tuhan, mereka lebih mencintai televisi dari pada Tuhan. Tiga hari berturut-turut di media TV muncul berita yang sangat mengganggu kita, tanggal 21 bulan 12 tahun 2012 akan kiamat. Itu bukan firman Tuhan, tetapi banyak orang mempercayainya, akhirnya televisi menjadi firman.

Mari kita kembali berusaha mencari dan mengenal Dia. Mari kita buktikan bahwa Tuhan yang kita sembah itu adalah Tuhan yang benar, bukan tuhan bohon-bohongan (karena tuhan bohon-bohongan, kita berani angka sumpah). Itu cara satu-satunya untuk membuat kita mengalami damai sejahtera. Lepaskan semua yang tidak perlu, agar kita bisa mengenal Tuhan secara benar.  Tabea matao rata ri kita sampuria, Amin.

Palu, 11 Nopember 2009

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: