jump to navigation

Dua ratus gram bubur beras 11 Agustus 2009

Posted by garinps in Puisi.
trackback

Setiap siang pukul dua belas

Di tengah panas yang membara

Allah datang kepadaku

dalam wujud

Dua ratus gram bubur beras.

Aku kenal Dia dalam setiap bulir padi

Aku mengecap Dia dalam setiap jilatan.

Aku bersatu dengan-Nya sementara aku menelan

Sebab Ia memelihara hidupku, dengan dua ratus gram

bubur beras.

Aku menanti hingga siang berikutnya

dan tahu bahwa Ia akan datang:

Aku dapat berharap untuk

hidup sehari lagi

Sebab kamu membuat Allah mendatangiku

sebagai

Dua ratus gram bubur beras.

Aku tahu kini bahwa Allah mengasihiku

Ini baru terjadi kalau kamu memungkinkannya terjadi.

Kini aku tahu apa yang kamu bicarakan

Sebab Allah begitu mengasihi dunia ini

sehingga Ia memberikan

Anak Tunggal-Nya

Setiap siang melalui Engkau

Anonim, “From Jaini Bi – With Love,”

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: