jump to navigation

TOBAT NASIONAL 26 Februari 2008

Posted by garinps in Renungan.
Tags: , , , , , ,
trackback

Bangsa ini ibarat sebuah kapal dimana arahnya sudah tidak menentu. Persoalannya adalah karena tidak ada lagi teknologi / trik yang mampu mengarahkan kapal ini kearah yang sebenarnya. Sudah beberapa kapten kapal yang mengemudikan kapal besar ini, tetapi setiap rencana perjalanan selalu terganggu dengan berbagai persoalan yang juga cukup besar. Kebijakan-kebijakan semuanya sudah bagus,  stateginya sudah diterapkan dengan baik bahkan dijalankan dengan berbagai “langkah-langkah” yang cukup baik, mengikuti istilah SBY.

Persoalan-persoalan yang mengganggu sehingga efektifitas kebijakan Pemerintahan saat ini tidak bisa dijalankan dengan baik diantaranya karena situasi di Indonesia sendiri tidak pernah terlepas dari bencana alam. Nampaknya bangsa ini mengalami nasib “sial” karena tidak pernah sepanjang sejarah berdirinya bisa menikmati hari-hari kemerdekaannya. Sejak di kumandangkan kemerdekaannya pada Tahun 1945 sampai Tahun 2008 sekarang ini lebih banyak yang mengalir adalah darah dan air mata.

Sudah tidak ada lagi lagu-lagu riang yang disenandungkan oleh anak bangsa, tetapi yang disenandungkan hanyalah lagu-lagu sendu sembilu. Sudah tidak ada lagi tawa diantara kita, yang ada tangis dan sumpah serapah setiap hari. Aparat negara dengan tidak  segan-segan membongkar lapak-lapak para pedagang, karena tidak sesuai dengan tata kota. Mungkin hak azasi manusia sekarang ini lebih rendah dibandingkan Perda tata Kota dan tata ruang, ataupun Undang-Undang Dasar 45. 

Anak-anak kecil menangis tetapi air matanya sudah habis karena terlalu banyak menangis, menangis melihat ibunya yang sedih karena rumahnya diterjang air di Proyek Lapindo. Ibu-ibu menangis karena melihat rumah yang dulunya bisa menjadi tempat perteduhan sekeluarga, sekarang tidak  berbentuk lagi. Bapak-bapak menangis karena sumber pencaharian / sumber nafkah setiap hari harus tenggelam bersama dengan rumah mereka. Semua menangis dan menangis. Puisi indah ini mungkin mewakili tangisan mereka …

Percayalah Kepada Kehidupan …

Oleh : Kuo Lu-Seng

Sementara aku dipenjara di dalam suatu ruang sempit yang gelap gulita
Masih sanggup menanggung kepedihan penyiksaan,
Aku mau berjuang untuk mengangkat dan membuka jari-jemariku,
Dan dengan darahku, aku menulis pada tembok: Percayalah kepada
kehidupan !
Setelah aku melewati semua kekerasan hidup,
Menanti ajal pada waktu fajar dengan dikelilingi oleh anak cucu,
Aku akan mengumpulkan nafas terakhirku dengan seluruh kekuatanku,
Berteriak sekencang-kencangnya dan sejelas – jelasnya selagi masih bisa:
Percayalah kepada Kehidupan ! …

Kalau bumi terus berputar tanpa henti,
Kalau Sejarah masih berisi suatu perjalanan baru yang harus ditempuh,
Kalau anak-anakku dan cucu-cucuku terus hidup,
Maka aku percaya pada masa depan !
Percayalah kepada kehidupan !
 

Hari-hari terakhir ini, para petani dan nelayan juga ikut menangis. Mereka menangis karena sumber-sumber nafkah mereka terganggu. Petani pengalami gagal panen karena banjir, para nelayan takut melaut karena gelombang yang besar. Bangsa ini mengalami kesulitan besar, setiap hari rakyat menjerit karena kesulitan mendapatkan bahan pangan. Para pemimpin agamapun kehilangan wibawa, tidak mampu lagi memberikan arah yang jelas mengapa bangsa ini telah terpuruk.

Para pemimpin agama saat ini lebih asik bermain-main politik, sebab dunia politik berarti kekuasan, berarti pula kekayaan. Lebih parah lagi aparat negara, ibarat seekor tikus yang sudah beberapa waktu tidak makan, aparat negara saat ini menjadi salah satu sumber malapetaka bangsa ini. Tanpa disadari kelengahan para aparat negara telah membuat bangsa ini menjadi miskin, modal yang seharusnya bisa berkembang ternyata semakin habis, SPK fiktif, perjalanan dinas fiktif, bahkan penggelembungan nilai kontak / transaksi.

Hutan-hutan dibiarkan hancur.  Kerusakan hutan di Indonesia telah menjadi salah satu sumber persoalan, banjir dan tanah longsor terjadi di mana-mana. Banjir menyebabkan lahan pertanian menjadi rusak. Hutan dirusak dengan cara penebangan liar dan perluasan areal tanaman bagi usaha-usaha industri perkebunan besar. Kekayaan alam kita dibayar mahal dengan nilai ekonomi yang sangat kecil. Banyak pengelola hutan bernyanyi riang karena keuntungan yang didapatkannya, pertama mendapatkan kayu dengan nilai jual tinggi yang kedua usaha kehutanannya mendapat restu Negara.

Mungkin pada suatu saat bangsa kita akan tiba pada suasana tidak ada lagi yang dapat diperbuat. Rakyat bekerja mencari nafkah, tetapi bahan pangan yang dicari tidak tersedia, atau tersedia tetapi tidak terbeli, dan semua orang tidak mampu lagi berbuat banyak. Para petani tidak mungkin lagi bertani, karena lahannya habis dirusak banjir atau sudah menjadi lahan pertokoan. Para nelayan tidak mampu menangkap ikan, karena alam yang semakin lama semakin tidak bersahabat sehingga tidak dapat berlayar. Transportasi antar pulau yang membawa bahan panganpun tidak bisa terlaksana karena gelombang laut yang besar. Industri bahan pangan tidak mampu lagi berproduksi karena bahan bakunya tidak tersedia, sehingga semua terhenti …

Yang perlu saat ini, sebagai bangsa besar dan mengakui bahwa Tuhanlah yang membentuk bangsa ini, kita perlu berhenti sejenak untuk sujud menyembah kepada Tuhan sambil berdoa :

Ya Tuhan ampunilah dosa kami, dosa para pemimpin, dosa rakyat yang telah mendukakan Engkau dan sesama kami. Cukup banyak dosa dan pelanggaran yang telah bangsa ini perbuat terhadap Engkau. Ampunilah dan pulihkan bangsa ini, sebab Engkaulah yang empunya bangsa ini. Sebelum terbentuk Engkau telah menggambarkan Bangsa ini dan memberi nama Indonesia. Amin. “

Komentar»

1. Lestari - 24 Maret 2008

Syallom… jawaban.com will be held 1st Christian Indonesian Blogger Festival on 8 August 2008 (8-8-8)…Cek ‘Pengumuman Event’ forum JC tuk join CIBfest 2008 disini : http://www.jawaban.com/forum/viewtopic.php?p=161332#161332. Atau langsung join aja disini : http://www.jawaban.com/news/entertain/show.menu.php?cat_id=175. Dan ikuti instruksi di sidebar sebelah kanan. We’re waiting for you all of Christian bloggers to join !

2. Iman Kristen - 9 April 2008

Salam kenal,
Kuasa dosa memang menyebabkan pembusukan dimana-mana. Fungsi kristen sebagai garam yang menghentikan pembusukan itu.
Btw, lama ndak update ya? Ditunggu tulisan-tulisan terbaru-nya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: