jump to navigation

Tentang Tanda-Tanda Zaman 31 Desember 2007

Posted by garinps in Renungan.
trackback

Matius 16:2-3 Tetapi jawab Yesus: “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.

Matius 13:14-16 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Pada saat sekarang ini (2007) pengetahuan manusia sudah sangat luar biasa. Ilmu pengetahuan sudah sangat berkembang pesat, bahkan manusia dapat berbicara dengan sejawatnya pada waktu yang sama di tempat berbeda dimana saja mereka berada. Kita bisa membayangkan bahwa pada waktu-waktu mendatang manusia berkomunikasi dengan mudah tidak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Tahun 1970-an jika kita ingin berkomunikasi dengan kawan kita di tempat lain di wilayah Indonesia sangatlah mahal, tetapi saat sekarang dengan perangkat teknologi komunikasi kita sudah dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di berbagai belahan dunia hanya dengan membuka layar televisi.

Zaman sekarang juga pengetahuan kita pun dapat diperoleh dengan mudah tanpa harus bersusah payah belajar di perguruan tinggi. Seorang anak SMA yang memiliki kemampuan berbahasa inggris yang terbatas melalui jaringan internet dapat memiliki pengetahuan tambahan tentang pelajaran-pelajaran sekolahnya dan pengetahuan lainnya secara gratis hanya dengan bersilancar di dunia maya (internet)

Kami secara pribadi mendapat pengetahuan tentang komputer lebih banyak melalui internet, bahkan sebagai tambahan referensi untuk mengajar akuntansi, aplikasi MS Excel dan MS Word serta bagaimana menata e-mail dan membuat jaringan komputer secara sederhana, padahal basis pengetahuan kami hanyalah seorang sarjana non teknik.

Pengetahuan saat ini sangat berkembang dan perkembangan ini sangat ditunjang dengan perkembangan jaringan internet sehingga setiap insan / manusia akan berbagi pengetahuan secara bebas tentang berbagai macam hal. Manusia bisa berbagi pengetahuan tentang ilmu pengetahuan yang baik pada bagian lain manusia saat ini juga bisa berbagi pengetahuan tentang ilmu pengetahuan yang tidak baik. Seseorang bisa dengan mudah menjelaskan tentang teknik menerobos jaringan perbankan sehingga orang lain dapat menyerap pengetahuan tersebut. Sebaliknya ada juga orang yang menjelaskan bagaimana teknologi untuk melindungi jaringan komputer / internet dan orang lainpun dengan mudah mempelajarinya dengan mudah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan saat ini bertambah dengan cara berganda tanpa melalui saluran pendidikan formal.

Apa artinya bagi kita sekarang ini dengan pengetahuan yang semakin berkembang dikaitkan dengan tanda-tanda zaman. Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita semua untuk waspada bahwa tanda-tanda zaman itu sebenarnya telah nyata dihadapan kita. Pemanasan global sebenarnya telah menandakan bahwa alam yang saat ini kita huni sebenarnya sudah tidak bertahan lama dengan kondisinya. Kita tidak lagi mampu mengembalikan kondisi dunia / alam seperti sediakala sebab manusia bertumbuh sangat cepat dengan kebutuhan akan sumber daya alam melampaui kebutuhan manusia pada masa sebelumnya, padahal sumberdaya yang tersedia sangatlah terbatas. Sehingga walaupun kita berhasil menata lingkungan tetapi kondisi tersebut hanya sementara sebab pada pihak lain ada masyarakat lainnya yang akan mengisinya dengan kepentingan lainnya seperti areal hutan / lahan pertanian yang luas, sejalan dengan perkembangan sebuah kota maka lahan-lahan tersebut akan semakin hilang sejalan dengan perkembangan kota.

Badan Metereologi melalui perhitungan yang teliti selalu mengingatkan kita bahwa pada akhir tahun 2007 akan ada hujan di wilayah Jawa dan Sumatra. Pada saat renungan ini dibuat, di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur beberapa kecamatan mengalami banjir bandang dan tanah longsor. Prakiraan dari BMG hampir selalu benar, karena mereka menggunakan peralatan teknologi yang cukup baik. Kita bisa membandingkan pada masa Tuhan Yesus, dimana manusia telah mampu memperkirakan kondisi alam pada saat itu.

Ada 2(dua) hal yang menyebabkan dunia semakin tidak seimbang, yaitu :

1. Ketamakan

2. Ambisi

Ketamakan telah membuat dunia menjadi tidak seimbang. Alam dunia pada awalnya diciptakan sempurna dimana ada keseimbangan penyediaan dan penyaluran energi. Sehingga setiap manusia bisa menikmati secara bebas tanpa harus menguasai energi. Tetapi saat ini energi (pangan dan lainnya) sangat dipengaruhi oleh kemampuan keuangan bangsa / rumah tangga. Semakin banyak uang sesuatu bangsa / rumah tangga akan semakin menguasai pangan dan energi lainnya. Maka berlomba-lombalah bangsa-bangsa maupun rumah tangga untuk menguasai energi, bahkan dengan mengorbankan alam lingkungan sehingga merusak ekosistem lingkungan setempat. Sehingga muncul istilah energi mengumpulkan energi.

Hal kedua adalah ambisi. Dengan ambisi, suatu bangsa / rumah tangga lupa bahwa ada bangsa / rumah tangga lain yang juga harus hidup dan sejajar. Kehidupan di tanah air saat ini telah tertata dengan motivasi ambisius untuk menguasai, yang kaya semakin kaya karena dengan kekayaan mereka bisa mendorong untuk menggali kekayaan semakin jauh dengan memeras tenaga kerja, merusak lingkungan dan merusak tatanan hukum yang ada sehingga kekayaan mereka semakin meluas. Akibatnya adalah masyarakat kecil semakin menjadi miskin kalah bersaing dengan kekuatan modal yang besar. Orang dengan penghasilan kecil tidak mungkin merubah nasibnya karena keterbatasan sumberdaya mereka. Perguruan tinggi saat ini hanya menampung anak-anak dengan kemampuan membayar tinggi, sehingga anak-anak dengan kemampuan rendah hanya memiliki 2(dua) pilihan, yaitu mencari kerja dengan pilihan terbatas ataukah melanjutkan sekolah pada lembaga pendidikan dengan fasilitas terbatas.

Jadi yang penting saat ini bagi orang percaya adalah jangan tamak dan ambisius dan kita tetap belajar kehendak serta menantikan kehadiran-Nya dengan setia. Ketamakan dan ambisius telah membuat alam kita semakin rusak dan nampaknya dunia menjadi kiamat sejalan dengan ketamakan manusia itu sendiri, bukan oleh jadwal ilahi. Ibarat sebuah perahu dimana penumpangnya semakin bertambah tetapi bahan pangannya tidak mengalami pertambahan, sehingga akhirnya penumpangnya akan saling berebutan untuk dapat hidup.

Pertemuan pada pemimpin dunia di Denpasar Bali pada akhir tahun 2007 sebenarnya telah menunjukkan bagaimana tarik menarik penumpang di dunia agar bisa bertahan tanpa menyadari bahwa dunia kita zat-zat utamanya semakin lama semakin habis, Selamat Tahun Baru 2008

Tuhan melindungi dan memberkati kita semua. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: