jump to navigation

Kebangkitan Kristus dan Mujizat Meko 31 Mei 2007

Posted by garinps in Renungan.
trackback

Roma  8:11 Dan  jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Jika kita perhatikan saat ini, kisah dan peristiwa Mujizat di Meko lebih dominan saat ini  jika dibandingkan dengan gaung cerita Paskah. Setiap orang Kristen (khususnya yang yakin Kisah Meko) pastilah akan bersemangat untuk bercerita tentang kisah Meko. Kisah ini mirip kisah yang terjadi 2000 tahun lalu, dimana Yesus muncul di mana-mana untuk menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit. Tetapi masih banyak juga murid yang tidak percaya, dan puncaknya  Rasul Thomas yang menjadi percaya setelah menusukkan jarinya ke tangan Tuhan Yesus. Kisah kebangkitan Yesus menyebar kemana-mana dan sampai saat ini kita mendengar kisah itu melalui alkitab. Tetapi kisah ini juga ada versi lainnya yang di yakini oleh Saudara-saudara kita Kaum Ismail.

Banyak yang pro banyak juga yang kontra kisah mujizat ini. Yang kontra beralasan bahwa Tuhan tidak berperan atas kejadian itu, melainkan kuasa  jahat. Semua kisah Meko sangat fantastis, bahkan tidak dapat diterima oleh akal sehat kita. sama seperti kisah yang terjadi pada saat kematian dan kebangkitan kristus 2000 tahun lalu, dimana banyak juga orang yang tidak mempercayainya.

Yang menjadi pertanyaan apa perbedaan Kisah Meko dan Kisah Kebangkitan Yesus. Pertama Kisah kebangkitan Kristus adalah puncak dari kisah penyelamatan manusia  oleh Tuhan. Kisah ini tidak lepas dari kasih sayang  Tuhan atas  manusia, dan tanpa kasih sayang Tuhan terhadap manusia kisah Kebangkitan Tuhan Yesus pastilah tidak terjadi. Apa hubungannya dengan Kisah Mujizat Meko. Meko jika dapat kita katakan adalah salah satu lambang bahwa Allah tetap mengasihi manusia, Tuhan tidak pernah berhenti untuk menunjukkan kasih-Nya.  Mungkin saat ini banyak orang yang ragu-ragu tentang kebesaran-Nya, tetapi dengan kisah Meko, kita disadarkan kembali bahwa Allah tidak berubah, tetap masih mengasihi kita manusia. Bahkan kita akan malu sendiri, kasihNya bahkan menyentuh seluruh orang, bukan hanya orang percaya, melainkan orang yang tidak mengenal Kristus pun mendapat bagian kasih Kristus. Kita melihat banyak orang yang menggunakan topi putih, menggunakan kerudung tetap dilayani dan mereka juga mengalami mujizat itu. Kita tidak perlu merasa iri, karena Allah mengasihi mereka juga sama seperti Ia mengasihi kita. Kisah Meko menggambarkan bahwa peristiwa kebangkitan Kristus adalah untuk semua orang bukan hanya untuk orang kristen saja. Keselamatan ditujukan untuk semua orang, sebab salib Kristus untuk semua orang.

Kisah Kebangkitan Kristus mengingatkan kita bahwa Kristus  telah mengalahkan maut, kematian. Maut menggambarkan keterpisahan kita dengan kehidupan dan Sang Khalik. Maut berarti keterpisahan dengan kehidupan, ketidak berdayaan dan bara api neraka. Meko dapat menjadi daya tarik bagi banyak orang bahwa lawatan  kasih Kristus terjadi di sana. Banyak orang tersadarkan bahwa mereka harus bertobat dan kembali ke jalan yang benar (menerima Kristus) untuk mendapat kehidupan. Thema pokok dari berita Meko adalah pertobatan, pertobatan.  Tanpa pertobatan kita tidak mendapat tempat. Sehingga jika kita perhatikan banyak orang yang mendapat peringatan untuk menyelesaikan berbagai persoalan pribadi agar bisa mendapat jamahan Tuhan melalui Keluarga Meko.

Desa Meko merupakan desa kecil, dan sangat kecil dibandingkan dengan peristiwa  Kematian dan Kebangkitan Kristus. Sehingga sangat janggal  jika desa ini harus dijadikan kabah / kiblat bagi iman Kristen. Dari kacamata pribadi, Meko adalah salah satu pertanda dari Tuhan disamping lambang bahwa Allah masih mengasihi kita semua, pada sisi lainnya Desa Meko merupakan  tanda peringatan bahwa hari penghakiman Tuhanpun sudah mendekat. Mengapa hal ini disampaikan, sebab tema utama Kematian dan Kebangkitan Kristus adalah pertobatan  dan  pembebasan. Di Meko pun pesan pertobatan dan pembebasan dikumandangkan.  Ini  menandakan bahwa panggilan dan  peringatan Tuhan itu sudah semakin intensif.  Peringatan itu bersamaan dengan situasi di dunia ini, terakhir pemberitaan dari berbagai media, bahwa iklim alam / dunia sudah mengalami perubahan total. Sehingga mengakibatkan situasi kondisi alam pun akan turut mengalami perubahan. Produk Pertanian akan banyak mengalami perubahan, terjadi pergeseran pola tanam pertanian, gelombang laut semakin menjadi-jadi sehingga situasi ekonomi masyarakat mengalami perubahan, karena jalur distribusi sandang dan pangan berubah.

Cukup banyak tanda-tanda yang diberikan Tuhan kepada kita semua, sehingga yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah apa yang harus kita buat saat ini. Pertama yang harus kita perbuat adalah marilah kita perbaharui kehidupan kita. Kehidupan lama kita tinggalkan, sebab kematian dan kebangkitan Kristus  bagi kita juga berarti bahwa kita telah mati dan dibangkitkan kembali bersama-sama dengan Kristus. Hidup kita telah menjadi bersih dari dosa dan kejahatan kita dan telah di hapuskan di atas kayu salib. Hidup kita menjadi baru.

Kedua, jadikan Kiblat Iman kita adalah tubuh kita. Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa kehidupan baru ini membawa akibat yang lain pula, Roh Allah bersemayam di dalam kehidupan kita, sehingga kita pertama-tama harus menjaga kehidupan kita sehingga terjaga dan  menjadi bersih, yang kedua kita harus menjadikan tubuh kita kiblat iman, bukan di Yerusalem atau kah di Meko, dan melalui kehidupan kita Roh Allah akan berkarya sehingga warta injil keselamatan akan semakin dikenal oleh orang lain. Amin.

Komentar»

1. Irene - 6 Juni 2007

puji Tuhan mujizat Tuhan sungguh nyata. mujizat Tuhan tidak hanya terjadi di Meko tetapi jg di tanah toraja.

Pada hari Kamis dan Jumat (31 Mei dan 1 Juni 2007) minggu lalu BPS Gereja Toraja, dengan meminta Jemaat Rantepao sebagai Tuan-Nyonya Rumah, melaksanakan Ibadah Pengucapan Syukur kepada Tuhan karena karunia-Nya atas sebagian warga Gereja Toraja melalui penyembuhan dan pemulihan yang Tuhan lakukan di Meko melalui hamba yang dipilih-Nya sendiri, Selvin dan Ibunya (bnd. Suara Penggembalaan) . Tanggal 31 Mei, mulai sore hinga malam, berkumpul sekitar 20.000 orang. Angka itu ditaksir berdasarkan kolekte yang secara spontan (tidak diaktakan) dikumpul umat. Lembaran 1.000an yang terkumpul, lebih dari 19.000. Sedangkan cukup banyak orang yg tidak tahu dan karena itu tidak memberikan persembahan dalam ibadah malam itu. Pada hari Jumat, 1 Juni 2007, acara ibadah dilakukan mulai pagi hingga malam. Peserta ibadah diduga dua kali lebih banyak daripada hari sebelumnya. Ada yang menyebut angka di atas 50.000 orang. Jumlah peserta ibadah ini menurut saya luar biasa. Selain peserta ibadah dari lingkungan Gereja Toraja sendiri, hadir juga warga dari gereja2 lain, termasuk teman-teman dari agama lain. Dalam ibadah dua hari itu, yang dapat saya saksikan ialah bagaimana puluhan ribu umat Tuhan itu menyatu dan melarut dalam kebersamaan menyembah dan memuji Tuhan. Penuh semangat, sukacita, dan spontanitas. Sepertinya mereka tidak mengenal lelah dan tidak ingin berhenti.

Hari pertama direncanakan ibadah akan dimulai pk. 19.00. Kenyataannya, baru pk. 15.00 orang sudah mulai secara spontan dan tidak berhenti sampai malam. Hari kedua, direncanakan pk. 10.00, tetapi baru pk. 06.00 orang sudah mulai ibadah sendiri. Ibadah ini berjalan sangat spontan dan dinamik.

Apa yang dipersiapkan oleh pelaksana tidak dapat sepenuhnya diikuti. Saya percaya bahwa Tuhanlah yang memiliki dan mengatur acara ini.

Pada hari Minggu, 27 Mei 2007, Pak Acis mengirim sms berupa saran kepada pelaksana melalui saya, meminta, biarkanlah Tuhan yang memiliki acara ini. Janganlah ada orang yang mau muncul menonjolkan dirinya sendiri. Saya mengaminkan bahwa saran Pak Acis ini benar-benar telah terjadi dalam ibadah selama dua hari di halaman gedung Gereja Toraja Jemaat Rantepao itu.

Pdt. Rinaldy Damanik, Moko (dianggap peserta ibadah sebagai pengkhotbah cilik), dan anggota rombongan TIM KKR Moko dari Tentena, telah menjadi alat yang memerlihatkan kerendahan hati melayani Tuhan dan umat-Nya. Penyembahan, pujian, dan doa yang lahir dari hati puluhan ribu umat yang menyatu dan melarut dalam ibadah itu sungguh telah mengesankan. Allah berkenan merahmati dan memberkati umat-Nya yang menyembah-Nya dengan kebulatan dan kesungguhan hati.

Dalam ibadah hari kedua, baik waktu pagi, siang, maupun malam (ada waktu istirahat untuk makan siang dan makan malam) Tuhan berkenan memberikan kesembuhan dan kepulihan.

Ada orang buta yang menyatakan diri telah dapat melihat; ada orang-orang lumpuh yang menyatakan diri telah sembuh karena merasa telah mendapat kekuatan dari Tuhan untuk bisa berjalan sendiri tanpa bantuan (meninggalkan kursi roda dan tongkatnya); ada orang-orang bisu yang dapat mengucapkan kata-kata yang menurut keluarganya belum pernah bisa diucapkan sebelumnya, dll. Oleh karena peristiwa kesembuhan ini sungguh-sungguh terjadi spontan, tidak diduga sama sekali, maka tidak semua yang merasa telah mengalami kesembuhan dapat didata.

Saya sendiri hanya dapat mencatat identitas seorang Ibu yang menurut anaknya sudah lebih dari 20 th lumpuh dan sangat bergantung kepada bantuan orang lain. Kepada kami, Ibu itu bercerita bahwa sudah banyak uangnya habis untuk berobat ke dokter di Rantepao dan di Makassar dan tidak ada perubahan. Sudah pernah juga ke meko, memang mengalami perubahan sedikit. Tetapi malam itu, tanggal 1 Juni 2007, menurut penuturannya, beliau mengalami kesembuhan. Saya menyaksikan bagaimana Ibu itu sudah berjalan secara normal sendirian dari halaman Jemaat Rantepao menuju mobil di halaman Kantor Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja yang akan mengantarnya pergi menginap di rumah keluargnya di daerah Malango’.

Selain itu, sebuah kursi roda yang masih bagus, sekarang ini tersimpan di Kantor Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, ditinggalkan oleh pemiliknya yang merasa telah disembuhkan Tuhan pada tanggal 1 Juni itu.

Mungkin istilah yang cocok untuk peristiwa ini adalah KESEMBUHAN, karena terjadinya spontan dan bukan atas rencana dan kekuatan manusia. Ini tentu berbeda dengan yang secara sengaja direncanakan dan diumumkan jauh-jauh hari sebelumnya sebagai PENYEMBUHAN ILAHI. Menurut saya, penyembuhan Ilahi tidak pernah bisa direncanakan dan disengajakan. Tuhan Yesus tidak pernah mengumumkan sebelumnya suatu rencana penyembuhan, karena Tuhan Yesus sendiri sangat memusatkan Diri pada Kehenndak Bapa-Nya, bukan pada kehendak-Nya sendiri. Allah dapat menyembuhkan kapan saja, siapa saja, di mana saja, penyakit apa saja, sesuai kehendak-Nya sendiri. Dan ini tidak bisa direncanakan dan disengajakan oleh manusia. Oleh karena itu, melalui apa yang terjadi pada dua hari ibadah di halaman Jemaat Rantepao itu, semata-mata Allah-lah yang patut diagungkan dan dimuliakan.

2. eben papasi - 7 Juni 2007

luar biasa, itulah kata yang terungkap ketika meko dijadikan pusat perhatiaan sebagai sebuah fenomena dimana Roh Tuhan bekerja. Fenomena Meko merupakan kejadiaan yang luar biasa di abad ini, dimana pemulihan umat Tuhan sedang terjadi. apa yang sedang terjadi dimeko, memeng pada satu sisi menimbulkan perdebatan dimana perang ideologi yang menklaim bahwa itu bukan pekerjaan Kristus dan pada sisi lain kenyataan bahwa Roh Tuhan sedang memulihkan umatNya pasca Kerusuhan.
dalam komentar ini, saya tidak menenggapi tentang polemik yang sedang terjadi, tetapi saya menggajak untuk melihat bahwa peristiwa Meko telah membawa semua orang pada sebuah transformasi iman yang melahirkan pertobatan dan pertobatan melahirkan penyembuhan. saya melihat bahwa tekanan utama dari kejadiaan meko adalah pertobatan. pertobatan yang melahirkan pembaharuaan hidup.
saya melihat bahwa letak mujizat meko adalah bagaimana semua agama yang datang ke meko di dalam keunikan agamanya masing-masing dapat hidup bersama dan mengakui adanya satu Tuhan. ini merupakan satu mujizat yang besar bagi kehidupan umat beragama. ada rekonsiliasi ilahi yang terjadi.
dari perspektif misi Allah, Allah sedang mengejakan kuasaNya bagi umat manusia melalui seorang anak kecil. ini merupakan suatu kejaiban dunia. oleh karena itu, kita tidak dapat membatasi pekerjaan Roh Kudus dalam kastil-kastil dan denominasi tertentu, tetapi Roh Allah akan bekerja sampai kedatangan Yesus Kedua kalinya.
marilah kita melihat bahwa kejadian meko merupakan momen kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Yesus.

3. sss - 7 Juni 2007

teee

4. Ardy - 7 Juni 2007

Ajaib

5. lala - 13 Juni 2007

The Miracle is Real…, karena Allah itu heran…
Dari semua yang telah terjadi kita belajar dari segala rentetan peristiwa
Mengapa di Meko..? Tuhan yang merancangnya agar terjadi rekonsiliasi besar2an, tanpa campur tangan pemerintah, supaya tidak ada yang bermegah.
Mengapa di Toraja ? Tuhan teramat Mencintai orang Toraja ,dan ingin melawat Toraja.
Hanya Tuhan yang harus dinomor satukan ,.bukan adat istiadat, bukan Babi gemuk , Tedong Bonga, atau pesta pora…, that’s why Tuhan bikin pesta yang spektakuler, pertunjukan yang ajaib, hingga namanya saja yang dimuliakan, terpujilah Tuhan, Allah kita ..

6. Pdt. Daud Palelingan - 13 Juni 2007

Hanya ada satu kata, Allah kita luar biasa!

7. Pdt. Arius D. Rombeallo - 13 Juni 2007

Allah kuasa melakukan segala perkara!

8. Martinus - 14 Juni 2007

Tuhan itu Luar biasa, tidak terbatas

9. garinps - 14 Juni 2007

Ada mujizat baru dari Bitung, mudah-mudahan semakin menguatkan iman kita semua….

———–

Seorang Anak Muslim menyembuhkan dgn nama YESUS

Tue, 29 May 2007 21:44:17 -0700

Dear all,

Mungkin teman2 sdh dengar dan membaca (Harian Komentar Sabtu, 19 Mei 2007) tentang seorang anak di Kel Madidir Unet Kec Bitung Tengah Kota Bitung yang mempunyai karunia menyembuhkan orang2 sakit hanya dengan ber-doa secara Kristen dan menyebut nama TUHAN YESUS dan seketika orang sakit itu jadi sembuh.

Saya informasikan (sumber dr bbrp orang yg melihat langsung mapun dari rekan2 yg ada di Bitung) bahwa anak ini yg bernama Natalia Tahir (wanita), beragama Islam saat ini dia sekolah di kelas 2 SMA neg 2 Bitung. Menurut cerita saat dia dalam kandungan, ibunya pernah bermimpi jika anaknya perempuan dan lahir tgl 25 Desember maka harus diberi nama Natalia, dan memang ini terjadi…anak perempuan ini lahir tepat tgl 25 Des shg oleh orang tuanya diberi nama Natalia.

Orang tuanya adalah keluarga muslim yg kehidupan sehari-hari sangat sederhana, bapaknya pengurus mesjid dan ibunya bekerja di salah satu perusahaan ikan di Bitung. Rumahnya hanya terbuat dari bambu dan berukuran kecil dan berada di perkampungan muslim. Anak ini pernah dihukum oleh orang tuanya krn sering berdoa menyebut nama Yesus dan menurut orang tuanya membuat malu keluarga apalagi mereka beragama bukan Kristen. Saat itu anak ini diikat tangannya dan digantung kemudian dipukuli, krn orangtuanya merasa iba akhirnya dia diturunkan namun setelah itu anak ini malah bertanya kepada orangtuanya kenapa tangannya seperti ada tanda bekas diikat? orangtuanya heran krn menurut anak itu dia tdk tahu apa yg dialaminya dan tdk merasakan saat dia dipukuli oleh orang tuanya.

Disekolah oleh teman2nya merasa heran krn anak ini sering menyanyi lagu “Mujizat Itu Nyata” pdhl dia bukan Kristen shg mereka beranggapan mungkin krn lagu ini sdh didengar umum (ada di Sinetron TV) shg orang non kristen juga tahu lagu itu. selain itu anak ini sering ber-khobatkan di lingkungan sekolahnya perihal kuasa mujizat itu.

Saat ini rumah mereka dipenuhi oleh orang2 yg ingin disembuhkan baik dari Bitung maupun dari luar daerah. Penyembuhan anak ini dimulai saat hari Kenaikan Isa Almasih (Kamis, 17 Mei 07) dimana dia masuk disalah satu gereja yg ada di Bitung dan informasi bahwa dia saat itu menyebuhkan orang yg lumpuh. Pelayanan doa-nya sesudah anak itu pulang sekolah (siang hari) dan berlangsung bahkan sampai subuh.

Seperti halnya Karunia seorang anak di Meko Sulteng, anak ini juga memiliki kesamaan dlm hal membaca pikiran/maksud orang yg datang kerumahnya. Jika orang yg datang masih memiliki ikatan dosa (perselisihan, Zinah, dll) maka orang ini akan diusir/suruh pulang. Ada juga orang muslim yg meminta didoakan tapi dlm doa jangan sebut nama Yesus akhirnya orang ini tdk sembuh. Anak ini juga tdk mau di foto atau diambil gambarnya, menurut dia jika ada yg berhasil mem-fotonya maka hasilnya akan rusak. Informasi dari teman2 sdh bbrp orang lumpuh yg bisa berjalan juga ada seorang bapak tua yg buta saat ini bisa melihat setelah didoakan oleh anak ini, begitu juga kemarin ada ibu yg perutnya bengkak setelah selesai didoakan langsung kempis perutnya. Hanya sampai saat ini anak tsb belum di Baptis (masuk Kristen) dan hal ini khususnya dilingkungan muslim sepertinya ditentang krn cara dia menyembuhkan orang bukan dgn cara agama mereka.

Saat ini juga belum ada pendapat dari kalangan tokoh2/hamba2 Tuhan/Pendeta perihal penyembuhan yg dilakukan anak ini. Kita sebagai orang percaya tentunya harus kembali kepada Iman kristiani kita masing2. Kita percaya Tuhan dapat memberikan Karunia kepada siapa saja tanpa memandang usia dan pangkat seseorang, namun satu hal apakah orang yg diberi karunia tersebut juga mencerminkan pribadi Yesus dalam kehidupan sehari-harinya? ?!!! ….Tuhan Yesus memberkati.

– ShiNtA
Veronica shinta

10. lala - 14 Juni 2007

PERCAYA saja….jangan berdebat….IMANI saja, jangan Protes , .
Tetaplah berdoa, Rohkudus akan menuntun…..

Di Meko, di Toraja, di Bitung…..lewat Selvi, Moko, Nathalia,..dimanapun, siapapun….Tuhan bisa lakukan apa saja……How Great, our God …

11. Edison randa layuk.T - 15 Juni 2007

salam sejahtra bagi kita semua atas kasih Tuhan kita YESUS kristus yang telah menyatakan dan membuktikan MUJIZATNYA ,dan semoga kita dapat mengambil hikmah dari semua itu, supaya kita lebih mendekatkan diri kita kepada TUHAN dan bertobat mohon ampun atas segala DOSA kita Amin GBU

Edison Randa Layuk - 7 April 2010

miliki” HATI” yg tak pernah menbenci
miliki “SENYUM” yg tak pernah pudar
miliki “KATA”YG yg tak pernah menyakiti
miliki “RASA YG TULUS” dr dalam hati
miliki “CINTA” yg tak pernah berhenti menjaga,mengasihi dan menyayangi
miliki “MAAF” yg mendalam dan smga menjadi pengampun sperti “KRISTUS”
S’LAMAT HARI RAYA “PASKA” IMANUEL

12. Hendra AB - 15 Juni 2007

El shaday….El shaday…

13. H Harjanto - 16 Juni 2007

Segala sesuatu adalah dari Allah, dan oleh Allah, dan kepada Allah: Bagi Allahlah kemuliaan sampai selama-lamanya.

14. Ir. gideon charles - 16 Juni 2007

Biarlah mujizat yang terjadi di Meko, Toraja dan di t4 lain membawa pertobatan dan kebangunan Rohani bagi siapa yang mendengar terlebih bagi yang menyaksikan langsung. Saya percaya Tuhan ingin menyatakan kuasanya dan mengubah Indonesia, dimulai dari daerah yang mayoritas penduduknya adalah notabene orang Kristen. Marilah kita semua sebagai umat pilihan bangkit, tidak hanya menjadi orang Kristen KTP ata keturunan.
Untuk mengubah Indonesia, diperlukan kebangunan spiritual dan moral yang mana membutuhkan kuasa Kebangkitan Kristus.

Untuk sesama orang Toraja, marilah kita bertobat meninggalkan judi sabung ayam, pesta yang berlebihan, membeda2kan orang dalam gereja berdasarkan kedudukan dalam masyarakat, berantas narkoba, korupsi dan budaya negatif yang lain.
Marilah kita bekerja keras, mengubah diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, gereja kita dan akhirnya mengubah Indonesia.
Biarlah Toraja tidak hanya terkenal karena budaya nenek moyang, tetapi juga terkenal karena kehidupan spiritual masyarakatnya.

Jika di Meko dan Toraja semua orang dari berbagai agama datang ke sana, biarlah itu menjadi model bagi kehidupan beragama di daerah-daerah lain. Hilangkan prasangka yang tidak berdasar dan belum tentu benar.

Segala kemuliaan hanya bagi Dia, Allah yang hidup, Allah yang menyatakan dirinya sepanjang sejarah manusia dan yang empunya sejarah itu sendiri.

15. RUTH PATIUNG - 18 Juni 2007

BERBAHAGIALA KAMU WALAUPUN TIDAK MELIHAT,dan berbahagiala kita yang percaya bahwa mujizat itu ada walau hanya mendengar cerita.Dan sebenar klu kita percaya bahwa itu adalah karena kuasa ALLAH yang di pakai lewat hambaNya,dari semua cerita yang saya dengar,saya berkesimpulan bahwa mereka di sembuhkan karena mereka percaya bahwa TUHAN itu MAHA KUASA,dan mereka mau bertobat dan meninggal kan kehidupan yang lama mereka dan menerima kehidupan baru,oleh karena itu tdk ada salahnya kita juga demikian.WALAUPUN KITA TIDAK DATANG KE MEKO TETAPI KITA MAU PERCAYA DAN YAKIN JUGA MAU BERTOBAT saya pikir kita pun aka mengalami hal yang sama.

16. Yulive - 19 Juni 2007

Dr. C. Peter Wagner, Fuller Theological Seminary, Pasadena, California endorses the following list of flashpoints of revivals dating back to the Eighteenth Century, Nineteenth and Twentieth Century.

1727 – Wednesday, 13 August – Herrnhut, Germany (Nicholas von Zinzendorf)
1735 – January – New England, America (Jonathan Edwards)
1739 – Thursday 1 January – London (George Whitefield, John Wesley)
1745 – Thursday 8 August – Crossweeksung, New Jersey (David Brainerd)
1781 – Tuesday 25 December – Cornwall, England

1800 – June-July – Red & Gasper River, Kentucky (James McGready)
1801 – Cane Ridge, Kentucky (Barton Stone)
1821 – Wednesday 10 October – Adams, America (Charles Finney)
1857 – October – Hamilton, Canada – Phoebe Palmer
1858 – March – New York, America (Jeremiah Lanphier)
1859 – Monday 14 March – Ulster, Ireland (James McQuilkin)

1900 – Monday 31 December – Topeka, Kansas (Charles Parham)
1904 – Monday 31 October – Loughor, Wales (Evan Roberts)
1905 – Friday 30 June – Mukti, India (Panditi Ramabai)
1906 – Saturday 4 March – Assam, India (Presbyterian Mission)
1906 – Saturday 14 April – Azusa Street, Los Angeles (William Seymour)
1907 – January – Pyong-Yang, Korea
1914 – Belgian Congo in Africa (C. T. Studd)
1921 – Monday 7 March – Lowestroft, England (Douglas Brown)
1936 – Sunday 29 June – Gahini, Rwanda (East African Revival)

1947 – April-July, America (Healing Evangelism Revival)
1948 – February 12 – Saskatchewan, Canada (Sharon Schools)
1949 – Hebrides Islands, Scotland (Duncan Campbell)
1951 – Monday 4 June – City Bell, Argentina (Ed Miller)
1965 – Sunday 26 September – Soe, Timor (Mel Tari)
1970 – Tuesday 3 February – Wilmore, Kentucky (Asbury College)
1970 – July-August – Solomon Islands (Muri Thompson)
1971 – Wednesday 13 October – Saskatoon, Canada (Bill McCleod)
1973 – September – Phnom Penh, Cambodia (Todd Burke)
1973 – Sunday 16 September – Enga District, Papua New Guinea

1975 – April – Gaberone, Botswana (Reinhard Bonnke)
1977 – Thursday 10 March – Min District, Papua New Guinea (Diyos Wapnok)
1979 – Wednesday 14 March – Elcho Island, Australia (Ginijini Gondarra)
1980 – Sunday 11 May – Anaheim, Los Angeles (John Wimber)
1980 – South Africa (Rodney Howard-Browne)
1984 – Thursday 14 June – Brugam, Papua New Guinea (Ray Overend)
1988 – North Solomon Islands Province, Papua New Guinea (Jobson Misang)
1988 – Thursday 4 August – Kambaidam, Papua New Guinea (Johan van Bruggen)
1988 – Madruga, Cuba
1989 – Henan and Anhul, China

1992 – Buenos Aires, Argentina (Claudio Friedzon)
1993 – Sunday 2 May – Brisbane, Australia (Neil Miers)
1994 – Thursday 20 January – Toronto, Canada (John Arnott, Randy Clark)
1994 – Sunday 29 May – Brompton, London (Eleanor Mumford)
1994 – Sunday 14 August – Sunderland, England (Ken Gott)
1995 – Sunday 1 January – Melbourne, Florida (Randy Clark)
1995 – Sunday 15 January – Modesto, California (Glenn and Debbie Berteau)
1995 – January – Pasadena, California (John Arnott)
1995 – Sunday 22 January – Brownwood, Texas (College Revivals)
1995 – Sunday 18 June – Pensacola, Florida (Steve Hill)
1995 – Friday 27 October – Mexico (David Hogan)
1996 – Sunday 20 October – Houston, Texas (Richard Hea

17. Charles Sihombing - 19 Juni 2007

Puji Tuhan yesus , ELOIM kita .
Dengan ada nya penyembuhan dan pertobatan , kita bersyukur bahwa Tuhan yesus menunjukkan kuasanya kpd kita dan yang paling terpenting disini bahwa kita harus taat akan firmaNYA dan belajar utk hidup dalam kekudusan sebab tanpa kekudusan tidak ada seorang pun yang dapat melihat TUHAN YESUS. Dan yang kedua nama kita tercantum dalam buku Kehidupan .
Trima kasih Tuhan selalu memberkati kita semua dan menyertai kita selamanya .

IMANUEL ,

CHARLES SIHOMBING

18. gideon charles - 20 Juni 2007

Ada teman dari milis sebelah yang agak skeptis dengan apa yang sedang hangat kita perbincangkan di forum ini, mungkin bisa disebut “Thomas-Thomas” Abad Millenium.
Oleh karena itu, jika rekan2 ada yang punya foto atau klip tentang mujizat yang terjadi di Toraja, tepatnya saat KKR Pengucapan Syukur di Gereja Toraja Jemaat Rantepao, tolong diforward ke saya lewat email pribadi.

gideoncharles@yahoo.com

Trims, Tuhan memberkati.

19. jeneffy - 23 Juni 2007

Syaloom, In the Name Of Jesus

Heee .. nice … full Blez’in

Glory haleluya …. Thy was com’ . It’s a mirror of Jesus ..?

We never think that Jesus C have time to go to Meko ..

“THY LOVE US”🙂 THX 4 UR BLESSING

B BLEZING 4 ALL HUMAN IN WHAT EVER WE DO

Dont Afrai’ to say ” Jesus Is The King and My LORD”

Cos, THY near of U

THX Jeneffy

20. David - 24 Juni 2007

Peristiwa Meko, Toraja dan Bitung ini memang menghebohkan juga ya, gue sendiri bersukacita mendengar kegerakan Elohim ini. Luar biasa Tuhan kita.

Ada yang punya video atau klip mengenai kejadian itu? Mungkin bisa di share supaya anak2 Tuhan bisa download😀

Syalom, Gbu.

21. RUTH PATIUNG - 25 Juni 2007

tanggal 24 juni – 1 juli GerejaToraja mengadakan PEKAN SPRITUAL dan mendatangkan tim dari meko,dan sungguh luar biasa banyak orang yang datang dari berbagai tempat di INDONESIA,alangkah tumpah ruahnya orang yang mau hidup dalam kasih NYA,semoga semua yang hadir mendapatkan kehidupan yang baru,dan bagi kita yg tdk sempat hadir kiranya kita dapat mendapat hal yang sama.jika ada diantara saudara2 yang sempat menyaksikan mohon di bagi berkat yang telah saudara dapat dari sana. khusus buat saya saya tunggu infonya di WEB SAYA pira1416@yahoo.co.id.BERBAHAGIALAH MEREKA YANG PERCAYA SEKALIPUN TIDAK MELIHAT.SEMOGA KITA PAERCAYA BAHWA MUJIZHAT ITU NYATA.

22. RUTH PATIUNG - 26 Juni 2007

tanggal 25 juni di adakan kebaktian di MAKALE TANA TORAJA,saya menanyakan keadaan kepada Bpk PDT. A. LUKAS,M.min.tidak lama kemudian Beliau menelpon saya dan mengatakan bahwa sungguh banyak orang yang mengalami pemulihan ROHANI, dan alangkah bahagianya kami yang mendengar hal itu.semoga lebih banyak lagi orang yang di pulihkan lewat keadatangan SELVIN dan rombongan ke TORAJA dalam rangka pekan spritual yang di adakan BPS GEREJA TORAJA.

23. M.Kudeng Sallata - 26 Juni 2007

Puji syukur kepada Allah Bapa Di surga yang telah mengasihi kita melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus, Alkitab sebagai Firman Allah yang kudus telah memberi petunjuk bagi kita untuk bertobat dan memuliakan namaNya serta hidup kudus dalam setiap langkah kehidupan kita. Namun karena kemauan daging biasanya lebih menonjol sehingga kita melupakan firman Allah yang hidup itu. Kasih Allah Bapa melalui Yesus tidak hanya bisa diukur melalui mujizat yang terjadi tetapi lebih jauh daripada itu. Semoga dengan mujizat penyembuhan yang terjadi di Meko ini membawa pertobatan untuk kembali ke jalan yang benar yaitu percaya kepada Yesus sebagai Juru selamat yang telah ditentukan oleh Allah sendiri menurut KedaulatanNya. Amin

24. Nur Wadik - 27 Maret 2008

Yah, puji Tuhan bahwa mu’jizat sampai detik inipun masih berlangsung, menandakan bahwa Tuhan kita memang hidup, bukan Tuhan yang mati

25. Peterson - 9 April 2008

Yesus Yesus Yesus, sembahlah Dia sang Juruslamat manusia. Tidak ada yang mustahil bagi Nya. Kita harus bangkit dari kematian rohani dengan memuji Yesus Sang Mesias dari Surga. Jangan takut dengan kematian karna melalui kematian kita diselamatkan dan bersama Yesus di Surga. Kuasa Yesus tak terbatas dan tak terhingga, kita harus bersyukur karna Yesus masih mengasihi kita umatNya.
Yesus Yesus Yesus, Kau lah Allah yang kami Sembah.
Yesus Yesus Yesus, kasihanilah kami yang berdosa ini.
Yesus Yesus Yesus, pilihlah aku sebagai muridMu.

Saya memujiMU.

26. ramle bungge - 11 November 2009

Yesus Kristus tidak pernah berubah, oleh sebab itu kita yang percaya kepadanya tidak boleh main2 dengan dosa !!! sbab Tuhan itu Kudus tidak ada dosa. kita tdk boleh angkuh, sombong rendah hati dan penuh kasih sayang. Sekuat kuatnya manusia itu tetapi ada yang lebih kuat yaitu Tuhan yang selalu mengajarkan kasih tentang panjang sabar dan suka me,beri artinya selalu menolong orang lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: