jump to navigation

Successful Bethany Family (Keluarga Betani Yang Sukses) 1 Mei 2007

Posted by garinps in Renungan.
trackback

Pernahkah kita merasa sukses dalam berkeluarga, itu menjadi pertanyaan kami, setiap melihat ada tulisan seperti judul tulisan ini Succsessful Bethany Family. Sampai saat ini sangat jarang atau bahkan tidak pernah ada cerita keberhasilan suatu keluarga (success story ) yang dapat di anggap kesuksesan penuh, secara materi maupun rohani.

Sering terjadi kesuksesan itu terjadi secara potongan-potongan cerita, misalnya sebuah keluarga miskin, anaknya berhasil menjadi Pimpinan Perusahaan, atau keluarga A dicatat sebagai keluarga yang terkaya di Negara Anu, tetapi keluarga ini terancam perceraian, atau salah seorang anak keluarga ini mengalami rehabilitasi mental karena terlibat narkotika. Kisah sukses sebuah keluarga mungkin sangat sulit mengukurnya, apakah ukuran keberhasilan itu berupa penghasilan yang berlimpah dan tidak pernah memiliki masalah keluarga ataukah keberhasilan kehidupan keluarga yang biasa-biasa saja melewati hari-harinya tanpa ada masalah.

Bukan mengejek thema yang tertulis di belakang mobil saudara-saudara kita, nampaknya hanya orang yang menggunakan mobil yang tertulis label Succsessful Bethany Family nampaknya adalah keluarga keluarga sukses, tetapi benarkah demikian. Jika diperhatikan, sangat jarang kita
menemukan tulisan / label pada rumah atau motor keluarga Kristen tulisan seperti ini. Mungkin cerita sukses ini menggambarkan bahwa hanya keluarga dengan status keluarga Kristen dan memiliki mobil (menunjukkan ukuran keluarga “kaya”) itulah disebut keluarga sukses, berkelimpahan dan memiliki jabatan yang memadai pada organisasi besar.

Kita lihat didalam alkitab kisah keluarga berhasil, yaitu Salomo, pada :

I Tawarikh 7:11 Demikianlah Salomo menyelesaikan rumah TUHAN dan istana raja, dan berhasil melaksanakan dalam rumah TUHAN dan dalam istananya segala sesuatu yang timbul dalam hatinya.

Salomo adalah seorang Raja yang berhasil didalam kehidupannya dan pemerintahannya. Dia juga begitu dekat dengan Tuhan, sehingga apa yang timbul didalam hatinya (cita-citanya) dapat dicapai. Kisah yang luas biasa, kisah ini jika dibandingkan dengan situasi saat ini belum tentu jika kita bercita-cita bisa berhasil dengan baik seperti Salomo.
Salomo, jika kita perhatikan dalam ayat diatas, semua cita-citanya berhasil, mungkin ini yang dapat kita sebut Succsessful Salomo Family.

Barangkali ada yang bertanya-tanya dengan membandingkan situasi saat ini tentang sisi “gelap” kehidupan Salomo, yaitu dia beristri banyak. Sebenarnya ini bukan kegagalan, sebab sosial budaya pada jaman itu kondisi perkawinan mengijinkan untuk beristri banyak, sehingga dapat dimaklumi kondisi tersebut. Salomo berhasil bahkan menjadi sumber inspirasi dalam Kitab Suci.

Apa yang menjadi catatan keberhasilan Salomo dalam hal ini sehingga Ia bisa disebut berhasil. Yang pertama jika kita perhatikan dalam catatan menyangkut Salomo. Pertama terdapat pada :

II Samuel 12:24b ……lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini.

Catatan pertama dari Salomo, Ia dikasihi oleh Tuhan. Kata kunci dari kalimat ini yaitu bahwa ternyata Salomo dikasihi oleh Tuhan. Jika kita kembangkan pernyataan ini, Allah mengasihi Salomo berarti ada hubungan yang begitu dekat antara Tuhan dengan Salomo. Allah mengasihi Salomo karena mereka berhubungan yang erat, ada hubungan pribadi yang erat antara pencipta dengan ciptaannya. Mengapa Salomo kecil dikasihi Tuhan, tentunya ada dasar. Salomo sejak kecil telah diajar oleh ayahnya Raja Daud untuk mengenal Tuhan. Tanpa pengenalan yang benar tentang Tuhan tentunya Salomo tidak akan seperti itu. Dia tentunya tidak akan mengasihi dan setia kepada Tuhan.

I Raja Raja 3:3 Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan.

Hubungan ini juga terlihat dari surat Raja-raja diatas, Raja Salomo sangat mengasihi Tuhan. Dia sangat taat kepada Tuhan. Hubungan yang harmonis dengan Tuhan nampaknya membuat kehidupan Raja Salomo menjadi berkat bagi keluarganya dan bangsanya. Itu menjadi catatan kita bahwa
sebenarnya keberhasilan kehidupan kita hanyalah bergantung dari bagaimana kita membangun hubungan dengan Sang Pencipta.

Pertanyaan akan muncul, bagaimana kita membangun hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Hubungan harmonis dengan Tuhan telah diajarkan secara sempurna oleh Tuhan Yesus :

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Ingin kesempurnaan hidup hanyalah dengan mengasihi Dia melalui menaati segala apa yang dikehendakinya. Kita harus menjadi taat kepada Tuhan yang telah menjadikan kita, sebab hanya kepada Dialah segala hormat dan kemuliaan. Tidak ada mahluk di dunia ini yang layak kita sembah, Allah satu-satunya yang berhak disembah dan dimuliakan.

Pengajaran ini juga mengajarkan kita bahwa kadang-kadang dengan “kesuksesan” yang kita dapatkan, seolah-olah kita telah memiliki segala hal, bahkan “iman” pun seperti telah terbeli. Kesuksesan itu sulit diukur, akan tetapi yang menjadi dasar kesuksesan dari kehidupan kita adalah kesetiaan kita kepada Tuhan. Jika kita setia kepadanya, tentulah Allah tetap setia dengan kita. Kesuksesan tidak dapat diukur dengan sebuah label “Succsessful Bethany Family”, tidak juga dengan harta yang melimpah, tidak juga dengan kehidupan “gerejawi” yang seolah-olah kita sedang laksanakan.

Jadi yang perlu kita kerjakan saat ini adalah marilah kita seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, pertama-tama mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan pikiran kita, juga kepada keluarga, istri dan anak-anak baiklah juga kita ajarkan bagaimana seharusnya hidup bersama dengan Tuhan, sebab dengan cara itulah kita bisa dikatakan “Succsessful Family”, tidak perlu pengumuman bahwa kita adalah keluarga sukses. Keluarga yang diberkati Tuhan adalah keluarga yang sukses, Amin.

Palu 1 Mei 2007

Komentar»

1. GEREJA BETHANY INDONESIA - 22 April 2008

Successful Bethany Families
Banyak orang bertanya-tanya tentang moto “Successful Bethany Families.” Mari kita lihat satu persatu kata dari Successful Bethany Families ini.

Success
“Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.” (2 Tawarikh 26:5)

Kata success di sini bukan sukses seperti yang dunia katakan. Yesus berkata bahwa buat apa kita memiliki seluruh harta dunia, tetapi jiwa kita binasa. Sukses yang dimaksud adalah seperti yang dialami Raja Uzia. Ia sukses di dalam Tuhan. Melalui wadah Gereja Bethany Indonesia kita berharap agar setiap orang yang beribadah di gereja ini bisa mengalami sukses di dalam Tuhan.

Dunia memang bisa memberikan penghasilan, tetapi akhirnya kepada kebinasaan dan kematian yang kekal. Tuhan mau agar kita mendapatkan keberhasilan dari Tuhan. Kita yang beribadah adalah untuk mencari Tuhan dan bukan untuk hal yang lain. Kalau kita menemukan Tuhan, kita akan mendapat apa yang kita doakan. Sebab bagi Dia tidak ada yang mustahil. Kita yang disertai Tuhan pun akan berkata tidak ada yang mustahil oleh karena Tuhan. Bagi kita, kerjakanlah yang tidak mustahil bagi kita, sedangkan, untuk yang mustahil serahkan kepada Tuhan untuk menyelesaikannya.

Pengkhotbah 10:10 berkata, “Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.” Kita harus tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular. Inilah hikmat. Kalau kita bekerja hanya dengan tulus saja, maka tidak akan dapat berjalan dengan baik, demikian juga sebaliknya. Tuhan mau menjadikan kita orang yang berhasil karena hikmat Tuhan.

Klimaks dari keberhasilan adalah ketaatan total kepada kehendak Bapa. Yesus menurut kacamata manusia gagal di kalvari, tetapi di kacamata Bapa, Ia berhasil. Demikian juga dengan Stefanus yang dianggap gagal oleh dunia, tetapi di kacamata Allah dia berhasil.

Bethany
Baca: Yohanes 11:1-44. Di gereja ini Tuhan ingin ada orang yang menyembah Yesus seperti Maria dan Martha. Tuhan ingin agar kita melayani di gereja Tuhan secara spiritual dan juga realita, yaitu melayani Yesus sebagai Tuhan dan juga melayani-Nya sebagai manusia. Kalau muncul persoalan seperti Lazarus yang sudah mati, maka Lazarus dapat dibangkitkan.

Setiap orang, sebelum diangkat Tuhan, pernah mengalami masa yang buruk. Yusuf adalah salah satunya. Yusuf memiliki suatu masa yang buruk, tetapi toh dia diangkat Tuhan. Mungkin saat ini kita ada di masa yang buruk, jangan dipikirkan terlalu ruwet karena memang ada situasi buruk itu. Kita yang percaya Yesus, saat menghadapi masa buruk, maka Tuhan pasti menolong kita karena Ia berjanji dan pasti menggenapinya.

Akar kata Bethany artinya: Rumah Orang Miskin. Tetapi Tuhan mau wadah ini bukan menjadi orang yang miskin dan melarat, tetapi adalah orang-orang yang mengandalkan Tuhan sehingga yang miskin malah menjadi kaya.

Family
Baca: Keluaran 20. Dalam kitab Keluaran ini ada 10 perintah Allah. Mari kita lihat ayat ini dalam kaitannya dengan family.

“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Keluaran 20:3) Ayat ini adalah hubungan dengan Tuhan, tetapi dalam Perjanjian Baru hubungan itu digambarkan Kristus dengan jemaat. Jadi, kalau ada perintah ini berarti jangan ada wanita idaman lain atau pria idaman lain di antara kita.

“Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.” (Keluaran 20:4). Artinya, jangan membuat sesuatu lebih utama bahkan menyembahnya. Seperti hoby, pekerjaan dan lain-lain bahkan pelayanan.

“Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.” (Keluaran 20:7). Artinya, jangan menyebut nama suami atau isteri dengan sembarangan.

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat’” (Keluaran 20:8). Artinya, ingatlah hari yang spesial dari pasangan kita, seperti hari lahir, hari pernikahan dan lain-lain.

“Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” (Keluaran 20:12). Untuk menghormati orang tua sendiri memang mudah, tetapi untuk menghormati mertua sering sulit dilakukan. Hotmatilah para orang tua kita.

“Jangan membunuh.” (Keluaran 20:13). Kalau kita membenci saja, maka kita berarti juga membunuh. Untuk itu kasihilah pasangan kita.

“Jangan berzinah.” (Keluaran 20:14). Artinya jangan menyukai yang lain yaitu menyukai siapa saja dan melakukan perzinahan.

“Jangan mencuri.” (Keluaran 20:15). Jangan mencuri milik suami atau istrinya. Juga jangan mencuri waktu untuk pasangan kita dengan mengalihkankan kepada hal-hal lain. Harus ada waktu untuk pasangan kita.

“Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.” (Keluaran 20:16). Perkatakanlah ya di atas ya dan tidak di atas tidak.

“Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.” (Keluaran 20:17). Artinya, jangan membanding-bandingkan pasangan kita dengan orang lain lalu mengingininya. Tuhan mau agar kita bersyukur atas apa yang sudah diberikan kepada kita. Apa yang kurang pada pasangan kita tidak mengurangi rencana Tuhan atas hidup kita, yaitu rumah tangga yang penuh kebahagiaan. Amin

2. sujarwa - 9 Juni 2008

saya muslim saya kepingin belajar dan mempelajari agama anda bisa bantu kirimi alkitab versi tahun 60 an atau yang ter baru alamat ketintang barat buntu 216 surabaya

3. Imanuel P S Larongko - 3 Desember 2009

mohon dapat dikirimi renungan harian yang dapat menguatkan iman saya setiap hari. thanks GBU

4. garinps - 5 Desember 2009

Anda bisa buka secara rutin tiap hari melalui situs http://www.renunganharian.net/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: