jump to navigation

Berbuah Banyak 5 Agustus 2012

Posted by garinps in Renungan.
add a comment

Johanes15:1-11 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 4Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

5Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

7Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 8Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” 9“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.  11Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

 Matius 17:17Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Jemaat yang dikasihi Tuhan

Beberapa minggu lalu ketika menjemput anak dari sebuah sekolah dasar di Kota Palu, suasana ketika memasuki sekolah berubah.  Ada beberapa pohon rindang yang berada sekitar tempat tinggal Gembala Gereja yang berdampingan dengan Sekolah sudah ditebang habis-habisan. Sehingga kami orang tua yang sering bernaung dibawah pohon rindang jika menanti selesai sekolah tersebut sekarang kesulitan lagi untuk mendapatkan tempat yang baru. Pohon beringin tersebut jika ditanam kembali mungkin akan memakan waktu sekitar 50 tahun agar kita bisa lagi bernaung di bawahnya. Sebenarnya saya agak kecewa tetapi mungkin bukan urusan saya.

Pepohonan memiliki banyak fungsi, antara lain Menghasilkan oksigen,  menyerapkan air ketanah, mengikat butir-butir tanah,  mengikat air dari pori tanah dengan kapilaritas dan tegakan permukaan. Akar pohon menyerap air hujan ke tanah sehingga tidak mengalir sia-sia. Kemudian mengikat air dipori tanah dan menjadikan sebagai cadangan air di musim kemarau. Akar pohon juga mengikat buti-butir tanah sehingga dapat mencegah terjadinya erosi dan terjadinya tanah longsor.

Salah satu yang vital dihasilkan oleh Pohon adalah Oksigen. Ketika seseorang menghirup Oksigen, unsur ini akan masuk kedalam sel tubuh manusia. Tubuh kita akan memanfaatkan oksigen untuk menghasilkan ATP (Energi biologi) melalui suatu proses yang panjang. ATP inilah yang menjadi tenaga untuk melaksanakan aktifitas seseorang, tanpa ini seseorang akan mati.

Oksigen merupakan elemen yang sangat penting untuk kehidupan karena sangat diperlukan dalam proses pembentukan Energi Biologis (EB) yang harus berlangsung setiap saat di dalam sel tubuh manusia.

Rata-rata seorang dewasa menghirup dan mengeluarkan sekitar 7 = 8 liter udara per menit. Total dalam sehari sekitar 11.000 liter udara. Udara yang dihirup tersebut sekitar 20% adalah Oksigen. Udara yang dihirup adalah sekitar 20-persen oksigen, dan udara yang keluar adalah sekitar 15% oksigen, jadi sekitar 5 persen dari volume udara dikonsumsi dalam setiap napas dan diubah menjadi karbon dioksida.  Oleh karena itu, manusia menggunakan sekitar 550 liter oksigen murni (19 kaki kubik) per hari gratis dari Tuhan. Jika jumlah ini di nilai dengan uang, maka kita harus membayar sejumlah Rp. 5,5 juta per hari jika harga 1 liter oksigen Rp. 10.000.

Sebuah pohon dewasa dapat menyerap karbon dioksida pada tingkat 48 lbs (21,77 kg) per tahun dan menghasilkan kembali oksigen ke atmosfir untuk menyokong kehidupan 2 orang manusia. – McAliney Mike.

(lebih…)

Iman Sebesar Biji Sesawi 27 Maret 2011

Posted by garinps in Renungan.
1 comment so far

Ayat Bacaan :

Matius 13(31) Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.

(32) Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Didalam alkitab, terdapat  6 ayat yang berbicara tentang biji sesawi. Semuanya terdapat didalam kitab perjanjian baru. Biji sesawi dapat berasal dari tiga jenis tanaman yang berbeda: biji sesawi hitam (nigra), biji sesawi Indian berwarna coklat (juncea), dan biji sesawi putih atau kuning (hirta / sinapis alba). Diameter biji sesawi kurang lebih 1 milimeter. Tanaman sesawi tergolong sebagai tanaman sayuran. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari daerah Laut Tengah timur laut dan sekarang tersebar hingga India. Di India bijinya digunakan sebagai salah satu komponen bumbu kari dan sumber minyak masak, walaupun semakin terdesak oleh sesawi India. Kandungan minyaknya mencapai 30% dan sebagian besar mengandung asam lemak tak jenuh. Di Eropa Timur dan Kanada digunakan sebagai penekan batuk dan mengatasi infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) sebelum digunakannya obat-obatan modern. Caranya adalah dengan biji yang telah dilepas cangkangnya dan membuat semacam balur yang diletakkan di dada atau punggung hingga si sakit merasakan “sengatan”.

Secara biologis, dari biji sekecil itu, dapat menghasilkan tanaman yang tingginya mencapai 5 meter. Tetapi pada umumnya tanaman ini rata-rata mencapai ketinggian 1.3 meter saat dewasa. Artinya, lebih besar dari ukuran sayuran manapun.

Sesawi hitam, black mustard, atau Brassica nigra (L.) WDJ. Koch merupakan tanaman semusim yang ditanam untuk dimanfaatkan bijinya sebagai rempah-rempah. Biji sesawi hitam diolah menjadi mustar. Mustar hitam yang dihasilkannya merupakan mustar dengan “daya sengat” yang paling kuat — namun nyaris tanpa aroma — dibandingkan dengan sumber mustar lainnya. Sebagaimana sesawi lain, efek “sengatan” ini berasal dari kandungan beberapa bahan golongan glukosinolat seperti sinalbin, sinigrin, dan sinapin. Tumbuhan ini dapat tumbuh setinggi 50 hingga 250cm dengan mahkota bunga berwarna kuning. Daunnya ditutupi dengan rambut-rambut kecil. Di alam, sesawi hitam bersifat oportunis dan dapat tumbuh di sembarang tempat sehingga sering menjadi gulma. Bijinya kecil, dengan diameter kurang dari 1mm.

(lebih…)