“HIDUP TAK PERLU PENSIUN”

“HIDUP TAK PERLU PENSIUN”
oleh : Prof. Dr. Shigeaki Hinohara

Dokter HINOHARA, adalah Professor medicine, pendiri paliatif pertama di Asia
Dr. Shigeaki Hinohara bukan dokter biasa. Beliau adalah aset nasional Jepang! Lahir thn 1911, ia berusia 106 thn, pd thn ini, 2017. Beliau mungkin mrp dokter dan pendidik tertua & terlama di dunia.

Dr. Hinohara telah menerbitkan lbh dr 150 buku, salah satunya adalah best seller “Living Long, Living Good” yg terjual lbh dr 1,2 juta copy.

Ini adalah protokol menyegarkan dr Dr. Hinohara mengenai hidup dgn umur panjang dan bahagia, yg berbeda dr panduan gaya hidup sehat pd umumnya.

1. “Energi Berasal Terutama dr Perasaan yg Baik”
Anak2 sering ber-senang2 sampai lupa makan atau tidur. Kita harus meniru anak2, mengurangi aturan spt wkt makan dan wkt tidur. Have more fun!

2. “Jangan Kelebihan Berat Badan”
Orang2 yg berumur panjang tdk overweight. Dr. Hinohara ber-hati2 dgn makanannya. Untuk sarapan, dia minum kopi & susu, jus jeruk + 1 sendok makan minyak zaitun. Ia percaya zaitun sangat bagus utk arteri & kesehatan kulit. Untuk makan siang ia minum susu dgn bbrp kue atau tidak sama sekali kalau sangat sibuk. Untuk makan malam, ia memilih sayuran, ikan & nasi. Dan 2x seminggu, dia ‘menghadiahkan’ dirinya dengan 100g daging.

3. “Selalu Membuat Rencana Kedepan”
Dr. Hinohara selalu membuat jadwal setahun, dgn ceramah, kerja di RS dan pertemuan2. Ia suka menghibur dirinya dan merencanakan menghadiri Olimpiade Tokyo thn 2020!

4. “Anda Tidak Harus Pensiun”
Jika anda ingin pensiun, lakukanlah pd usia yg lbh tua, bkn di umur 65.

5. “Berbagilah Apa yg Anda Ketahui”
Dr. Hinohara memberikan 150 kuliah setahun, bbrp bahkan utk anak2 SD dan komunitas bisnis. Ia memberikan kuliah sambil berdiri sampai 90 menit. Dia percaya berdiri membuatnya kuat.

6. “Jangan Percaya Semua yg Dikatakan/Dianjurkan Dokter Anda”
Dokter tdk dpt menyembuhkan semua org. Coba tanyakan apakah dokter anda akan menyarankan org yg dicintainya melalui prosedur yg disarankannya kpd anda. Mengapa hrs menyebabkan rasa sakit dan penderitaan yg tdk perlu bagi pasien?

7. “Agar Tetap Sehat, Pilihlah Tangga drpd Lift dan Bawa Sendiri Barang2 Anda”
Ini adlh bentuk latihan kaki dan otot2 paha.

8. “Carilah Inspirasi”
Dr. Hinohara terinspirasi oleh puisi Robert Browning “Abt Vogler” yg menyarankan utk merencanakan sesuatu yg besar bahkan yg anda tdk bisa menyelesaikannya saat msh hidup.

9. “Rasa Sakit itu Misterius”
Cobalah mengatasi rasa sakit dgn melupakannya. Jika seorg anak kecil sakit gigi, dan anda mengajak dia bermain, ia akan segera melupakan sakitnya. Di rumah sakit Dr. Hinohara, ada terapi musik dan kelas seni.

10. “Jangan Mabuk dengan Materi”
Tidak ada yg tahu sampai kapan anda hidup, dan anda tdk dpt membawa apa2 ketika meninggal.

11. “Ilmu Saja Tidak Dapat Menyembuhkan Orang”
Ilmu memperlakukan sama semua org, padahal penyakit bersifat individual. Untuk dpt menyembuhkan seseorg, dokter perlu lebih liberal dan visual.

12. “Hidup Sukar Diduga dan Penuh dgn Insiden”
Ketika berusia 59 thn, Dr. Hinohara berada di pesawat yg dibajak. Ia diborgol 4 hari di tempat duduknya di bawah panas 40 derajat. Ia menganggap itu sbg eksperimen dan kagum bgm tubuhnya beradaptasi dgn situasi krisis.

13. “Carilah Model Peran”
Salah satu model peran Dr. Hinohara adlh ayahnya yg pergi ke Amerika thn 1900 utk belajar di Duke University. Kita hrs punya tujuan utk mencapai lbh dr yg ‘bisa’ dicapai.

14. “Hidup Lama Itu Sangat Menyenangkan”
Dalam usia lanjut, kita hrs berusaha melayani masyarakat. Sejak usia 65 thn, Dr. Hinohara telah bekerja sbg sukarelawan. Dia msh aktif 18 jam sehari, 7 hari seminggu, dan ia menikmati setiap menit dr hidupnya.

“Hidup adalah Anugerah. Mari jalani dgn Niat Baik dan Semangat Berkarya”

Berbuah Banyak

Johanes15:1-11 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 4Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

5Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

7Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 8Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” 9“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.  11Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

 Matius 17:17Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Jemaat yang dikasihi Tuhan

sumber : http://www.plantamor.com/index.php?album=579

Beberapa minggu lalu ketika menjemput anak dari sebuah sekolah dasar di Kota Palu, suasana ketika memasuki sekolah berubah.  Ada beberapa pohon rindang yang berada sekitar tempat tinggal Gembala Gereja yang berdampingan dengan Sekolah sudah ditebang habis-habisan. Sehingga kami orang tua yang sering bernaung dibawah pohon rindang jika menanti selesai sekolah tersebut sekarang kesulitan lagi untuk mendapatkan tempat yang baru. Pohon beringin tersebut jika ditanam kembali mungkin akan memakan waktu sekitar 50 tahun agar kita bisa lagi bernaung di bawahnya. Sebenarnya saya agak kecewa tetapi mungkin bukan urusan saya.

Pepohonan memiliki banyak fungsi, antara lain Menghasilkan oksigen,  menyerapkan air ketanah, mengikat butir-butir tanah,  mengikat air dari pori tanah dengan kapilaritas dan tegakan permukaan. Akar pohon menyerap air hujan ke tanah sehingga tidak mengalir sia-sia. Kemudian mengikat air dipori tanah dan menjadikan sebagai cadangan air di musim kemarau. Akar pohon juga mengikat buti-butir tanah sehingga dapat mencegah terjadinya erosi dan terjadinya tanah longsor.

Salah satu yang vital dihasilkan oleh Pohon adalah Oksigen. Ketika seseorang menghirup Oksigen, unsur ini akan masuk kedalam sel tubuh manusia. Tubuh kita akan memanfaatkan oksigen untuk menghasilkan ATP (Energi biologi) melalui suatu proses yang panjang. ATP inilah yang menjadi tenaga untuk melaksanakan aktifitas seseorang, tanpa ini seseorang akan mati.

Oksigen merupakan elemen yang sangat penting untuk kehidupan karena sangat diperlukan dalam proses pembentukan Energi Biologis (EB) yang harus berlangsung setiap saat di dalam sel tubuh manusia.

Rata-rata seorang dewasa menghirup dan mengeluarkan sekitar 7 = 8 liter udara per menit. Total dalam sehari sekitar 11.000 liter udara. Udara yang dihirup tersebut sekitar 20% adalah Oksigen. Udara yang dihirup adalah sekitar 20-persen oksigen, dan udara yang keluar adalah sekitar 15% oksigen, jadi sekitar 5 persen dari volume udara dikonsumsi dalam setiap napas dan diubah menjadi karbon dioksida.  Oleh karena itu, manusia menggunakan sekitar 550 liter oksigen murni (19 kaki kubik) per hari gratis dari Tuhan. Jika jumlah ini di nilai dengan uang, maka kita harus membayar sejumlah Rp. 5,5 juta per hari jika harga 1 liter oksigen Rp. 10.000.

Sebuah pohon dewasa dapat menyerap karbon dioksida pada tingkat 48 lbs (21,77 kg) per tahun dan menghasilkan kembali oksigen ke atmosfir untuk menyokong kehidupan 2 orang manusia. – McAliney Mike.

Lanjutkan membaca “Berbuah Banyak”

Iman Sebesar Biji Sesawi

Ayat Bacaan :

Matius 13(31) Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.

(32) Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Didalam alkitab, terdapat  6 ayat yang berbicara tentang biji sesawi. Semuanya terdapat didalam kitab perjanjian baru. Biji sesawi dapat berasal dari tiga jenis tanaman yang berbeda: biji sesawi hitam (nigra), biji sesawi Indian berwarna coklat (juncea), dan biji sesawi putih atau kuning (hirta / sinapis alba). Diameter biji sesawi kurang lebih 1 milimeter. Tanaman sesawi tergolong sebagai tanaman sayuran. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari daerah Laut Tengah timur laut dan sekarang tersebar hingga India. Di India bijinya digunakan sebagai salah satu komponen bumbu kari dan sumber minyak masak, walaupun semakin terdesak oleh sesawi India. Kandungan minyaknya mencapai 30% dan sebagian besar mengandung asam lemak tak jenuh. Di Eropa Timur dan Kanada digunakan sebagai penekan batuk dan mengatasi infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) sebelum digunakannya obat-obatan modern. Caranya adalah dengan biji yang telah dilepas cangkangnya dan membuat semacam balur yang diletakkan di dada atau punggung hingga si sakit merasakan “sengatan”.

Secara biologis, dari biji sekecil itu, dapat menghasilkan tanaman yang tingginya mencapai 5 meter. Tetapi pada umumnya tanaman ini rata-rata mencapai ketinggian 1.3 meter saat dewasa. Artinya, lebih besar dari ukuran sayuran manapun.

Sesawi hitam, black mustard, atau Brassica nigra (L.) WDJ. Koch merupakan tanaman semusim yang ditanam untuk dimanfaatkan bijinya sebagai rempah-rempah. Biji sesawi hitam diolah menjadi mustar. Mustar hitam yang dihasilkannya merupakan mustar dengan “daya sengat” yang paling kuat — namun nyaris tanpa aroma — dibandingkan dengan sumber mustar lainnya. Sebagaimana sesawi lain, efek “sengatan” ini berasal dari kandungan beberapa bahan golongan glukosinolat seperti sinalbin, sinigrin, dan sinapin. Tumbuhan ini dapat tumbuh setinggi 50 hingga 250cm dengan mahkota bunga berwarna kuning. Daunnya ditutupi dengan rambut-rambut kecil. Di alam, sesawi hitam bersifat oportunis dan dapat tumbuh di sembarang tempat sehingga sering menjadi gulma. Bijinya kecil, dengan diameter kurang dari 1mm.

Lanjutkan membaca “Iman Sebesar Biji Sesawi”

PESAN LIMA MALAIKAT DARI LIMA BENUA

(Penglihatan Rev. Samuel Doctorian)

REV. SAMUEL DOCTORIAN
REV. SAMUEL DOCTORIAN

Waktu itu, saya berada sendirian di sebuah rumah, di Pulau Patmos selama berminggu-minggu berdoa dan mencari Tuhan. Saya telah menemukan kapel kecil yang bernama Kapel ST. Nicolas. Belum pernah ada orang yang pergi ke sana. Saya pergi ke tempat itu dan mencurahkan isi hati saya kepada Allah.

Saya juga menemukan satu batu karang di sisi sebuah bukit, dimana saya dapat duduk, berdoa, merenungkan dan membaca Alkitab. Saya makan sedikit sekali pada waktu itu. Dalam waktu-waktu tertentu saya pergi mengunjungi ‘Gua Yohanes’, tempat dimana ia melihat ‘Wahyu yang besar’. Sementara bermeditasi selama satu bulan di tempat terpencil ini, saya berpikir, “Saya bertanya-tanya, apakah Tuhan akan mengutus malaikat-Nya yang kesepuluh?” Saya telah melihat sembilan malaikat sebelumnya – di Inggris, di Beograde Yugoslavia…, di Aman, Yordan… di Yerusalem satu malaikat telah melepaskan seorang wanita dari penggantungan di atas Mesir… Saya melihat malaikat ke sembilan di Beirut, ditengah-tengah peperangan. Malaikat tersebut secara fisik membangunkan saya pada pk 03.00 dini hari dan memberitahu saya supaya segera keluar dari negara itu. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan akan hal ini. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika malaikat itu tidak datang. Sorga akan member itahukan hal itu nanti. Jadi, saya tidak yakin, apakah saya akan melihat malaikat Tuhan untuk yang kesepuluh kali. Suatu saat ketika saya sedang berdoa, saya merasakan kehadiran-Nya. Lalu saya bertanya, “Tuhan, apakah malaikat itu datang sekarang?” Tetapi tidak demikian.

Satu malam saya juga pernah bermimpi tentang malaikat. Malaikat itu memberitahu saya untuk terbang dalam mimpi. Dan saya melakukannya. Tetapi hal itu hanya mimpi belaka. Saya mau melihat malaikat yang sesungguhnya, seperti yang pernah saya lihat, sembilan kali sebelumnya. Pada tanggal 20 Juni jam 03.50 dini hari, di sini, di Pulau Patmos, tiba-tiba ruangan saya menjadi terang, …dan tidak ada penerangan di sekitar sini. Hanya ada rumah kecil ini, yang terletak di ujung jalan, dekat biara. Namun lihatlah, saya benar-benar sadar waktu itu, dan saya melihat lima malaikat yang indah. Saya melihat wajahnya, sempurna dan seperti manusia, tetapi penuh dengan cahaya. Saya melihat mata mereka, rambut dan tangan mereka. Di sebelah kanan saya hadir dua malaikat, dan ketika saya melihat ke sebelah kiri, saya melihat tiga malaikat lainnya dengan sayap. Mereka memakai jubah putih panjang yang indah, sampai menyentuh lantai. Sesuatu yang tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata manusia. Saya heran, mengapa lima malaikat itu datang? Saya menjadi gemetar dan terguncang, saya ingin berteriak, tetapi tidak dapat.

Lanjutkan membaca “PESAN LIMA MALAIKAT DARI LIMA BENUA”

Menilai Nilai

II Korintus  5:16. Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

Saya tertarik dengan ajakan sebuah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dengan thema tulisan yang besar : Menilai Nilai. Nampaknya pembicara mungkin sedikit membuat sensasi, sehingga orang yang membacanya akan tergelitik menyangkut judul tersebut, disamping itu judul KKR tersebut memiliki arti yang cukup luas. Nampaknya ia mengajak orang untuk berdiskusi dengan pertanyaan awal : Bagaimana kita bisa menilai nilai. Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, Menilai nilai berarti memperkirakan atau menentukan nilainya nilai, atau menghargai nilai.

Mengapa kita harus menilai nilai ?. Ini adalah suatu pertanyaan yang berat untuk dijawab secara singkat, tetapi pertanyaan ini sangat memerlukan jawaban, agar apa yang kita miliki punya arti yang bernilai.

Sebagai seorang percaya, pernahkah kita menilai diri kita, apakah kita memiliki nilai atas diri kita. Orang sering mengucapkan “harga diri”, berarti ia berbicara tentang nilai. Pernahkah kita menilai tentang harga diri kita, berapa besar nilai harga diri kita. Berapa ukuran dari harga diri kita itu. Seekor ayam jika kita beli dari pasar dengan harga Rp. 25.000,-, itulah harga diri dari ayam itu. Persoalannya apakah harga ayam yang kita beli tersebut sesuai dengan nilai yang kita bayarkan. Sering kali, setelah orang membayar barang yang telah dibeli, ia mengeluh karena apa yang dibelinya tidak sesuai harga.

Persoalan harga diri itulah yang disebutkan oleh Alkitab, bahwa kita tidak bisa menilai menurut ukuran manusia, sebab kita tidak mampu menilai harga diri, kita tidak memiliki alat ukur (tolok ukur, mistar, timbangan) untuk menilai harga diri. Yang menjadi dasar kita menilai harga diri adalah alkitab. Itulah pengajaran penting yang perlu kita ketahui. Dari sini kita diajarkan bagaimana seorang manusia menilai sesamanya menurut dasar alkitab. Berapakah harga diri dari manusia itu, kita bisa baca pada Kejadian 1:27-28 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Jika Tuhan Pencipta alam semesta menciptakan manusia menurut gambar-Nya, yang menjadi pertanyaan, siapakah yang mampu menilai manusia?. Siapapun juga dia manusia, dia adalah  ciptaan menurut gambar ALLAH. Ibarat seorang pelukis yang sedang menyelesaikan lukisannya. Karya indah yang ingin dihasilkan tersebut bukan dari ide yang diterima dari bisikan orang lain, akan tetapi dari hasil imajinasinya. Sehingga kadang-kadang kita harus terkejut karena mendengar harga sebuah lukisan sangat fantastis, padahal menurut kita lukisan tersebut itu “biasa-biasa saja”. Manusia sendiri tidak bisa menilai bahkan menakar “harga dirinya” , karena manusia dibuat menurut gambar Tuhan sendiri.

Kitab Mazmur menegaskan penjelasan diatas : Mazmur  144:3 Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?

Demikian juga penjelasan pada  Kitab Perjanjian Baru tentang manusia, yang terdapat pada Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Penjelasan-penjelasan diatas menggambarkan bagaimana berharganya “harga diri” dari seorang manusia (anak manusia) di depan pencipta-Nya.

Apakah artinya bagi kita, atas penjelasan diatas.

Manusia sangat berharga dihadapan Tuhan. Penjelasan ini memperingatkan kepada kita untuk selalu menjaga nilai-nilai tersebut. Siapapun juga seorang manusia, Ia sangat berharga dihadapan Bapa yang Maha Kuasa. Seringkali tanda disadari kita menjadi hakim atas sesama kita sendiri. Tanpa kita sadari seringkali kita mengganggap orang lain itu rendah dibandingkan diri kita karena kondisi orang tersebut, mungkin dia mengalami cacat secara fisik, mengalami cacat secara moral, dibandingkan dengan saya yang normal, tidak cacat secara moral maupun cacat secara fisik.

Manusia sangat berharga dihadapan Tuhan berarti kita pun harus menjaga nilai tersebut yang ada pada diri kita.  Bukan hanya orang lain, nilai berharga tersebut harus dipelihara dan dijaga, melainkan diri kita sendiri sangat berharga dihadapan Tuhan. Sering kali kita tidak memahami nilai diri kita sendiri, bahkan tidak menjaganya. Bahkan Tuhan sendiri melalui firman-Nya meminta kita untuk menjaga nilai-nilai tersebut dengan sebaik-baiknya.

Ibrani  10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Efesus  5:3. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.

Kolose  3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

Tentang Hari Sabat

Apakah orang-orang Kristen merayakan hari Sabat?

Pertanyaan: Apakah orang-orang Kristen merayakan hari Sabat? Jawaban: Sering dikatakan bahwa ”Allah menetapkan Sabat di Eden” karena hubungan antara Sabat dan penciptaan dalam Keluaran 20:11. Sekalipun berhentinya Allah bekerja pada hari ke tujuh (Kejadian 2:3) memberi pertanda untuk hukum mengenai Sabat di kemudian hari, tidak ada catatan Alkitab mengenai Sabat sebelum umat Israel meninggalkan Mesir. Dalam Alkitab tidak ada indikasi bahwa memelihara hari Sabat dilakukan pada zaman Adam sampai Musa.

Firman Tuhan jelas bahwa memperingati Sabat adalah tanda khusus antara Allah dan Israel. “Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: “Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.” (Keluaran 19:3-5).

“Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.” (Keluaran 31:16-17).

Dalam Ulangan 5 Musa mengulangi sepuluh hukum kepada generasi yang baru dari bangsa Israel. Di sini, setelah memerintahkan untuk memperingati Sabat dalam ayat 12-14, Musa memberikan alasan mengapa Sabat diberikan kepada bangsa Israel, “Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat” (Ulangan 5:15).

Perhatikan kata itulah sebabnya. Maksud Allah dalam memberi Sabat kepada orang-orang Israel bukan supaya mereka dapat mengingat penciptaan, namun supaya mereka mengingat perbudakan mereka di Mesir dan pembebasan dari Tuhan. Perhatikan peraturan untuk memelihara Sabat: Seseorang yang berada di bawah hukum Sabat tidak boleh meninggalkan rumahnya pada hari Sabat (Keluaran 16:29), tidak boleh menyalakan api (Keluaran 35:3), dan tidak boleh membuat orang lain bekerja (Ulangan 5:14). Orang yang melanggar Sabat dijatuhi hukuman mati (Keluaran 31:15; Bilangan 15:32-35).

Perjanjian Baru memperlihatkan empat hal penting kepada kita: 1) Setiap kali Tuhan Yesus menampakkan diri dalam tubuh kebangkitanNya dan harinya disebut, selalu adalah hari pertama dalam minggu itu (Matius 28:1, 9, 10; Markus 16:9; Lukas 24:1, 13, 15; Yohanes 20:19, 26). 2). Satu-satunya waktu di mana Sabat disebut dari Kisah Rasul sampai Wahyu, selalu adalah untuk maksud penginjilan kepada orang-orang Yahudi dan biasanya berlokasi di sinagog (Kisah Rasul 13-18).

Paulus menulis, “ Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat” (1 Korintus 9:20). Paulus tidak pergi ke sinagog untuk bersekutu dan membangun orang-orang suci, tapi untuk memenangkan dan menyelamatkan yang terhilang. 3) Begitu Paulus mengatakan, “Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain” (Kisah 18:6) Sabat tidak pernah lagi disinggung. Dan 4) sebagai ganti menasihatkan ketaatan pada hari Sabat, bagian-bagian lain dari Pejanjian Baru justru mengindikasikan sebaliknya (termasuk satu kekecualiaan pada point ke 3 yang ditemukan dalam Kolose 2:16).

Memperhatikan lebih lanjut point ke 4 di atas akan memperlihatkan bahwa tidak ada kewajiban bagi orang-orang Kristen Perjanjian Baru untuk memelihara Sabat, dan juga memperlihatkan bahwa hari Minggu sebagai hari ”Sabat Kristen” tidaklah Alkitabiah. Sebagaimana didiskusikan sebelumnya, hanya satu kali Sabat disebutkan setelah Paulus mulai menfokuskan diri pada orang-orang kafir, “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus” (Kolose 2:16-17). Sabat orang Yahudi telah dihapuskan di atas salib ketika Kristus “menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita” (Kolose 2:14).

Ide ini diulangi lebih dari satu kali dalam Perjanjian Baru: “Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah” (Roma 14:5-6). “Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya? Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun” (Galatia 4:9-10).

Ada beberapa yang mengklaim bahwa perintah dari Konstantinus pada A.D. 321 “mengubah” Sabat dari hari Sabtu ke hari Minggu. Pada hari apakah gereja mula-mula berkumpul untuk beribadah? Alkitab tidak pernah menyebut orang-orang percaya berkumpul untuk bersekutu atau beribadah pada hari Sabat (Sabtu) manapun. Namun demikian, ada ayat-ayat yang dengan jelas menyebut hari pertama dalam minggu itu. Contohnya, Kisah Rasul 20:7 menjelaskan bahwa “Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti” (Kisah 20:7). Dalam 1 Korintus 16:2 Paulus menasihati orang-orang percaya di Korintus “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing—sesuai dengan apa yang kamu peroleh—menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah” (1 Korintus 16:2). Karena Paulus menyebut persembahan ini sebagai ”pelayanan” dalam 2 Korintus 9:12, pengumpulan ini pastilah berhubungan dengan ibadah Minggu dari jemaat Kristen. Secara historis, Minggu, bukan Sabtu, adalah hari di mana biasanya orang-orang Kristen berkumpul di gereja, dan kebiasaan ini dapat ditelusuri kembali sampai abad pertama.

Hari Sabat diberikan kepada Israel, bukan kepada gereja. Hari Sabat tetap adalah hari Sabtu, bukan hari Minggu dan tidak pernah diubah. Namun Sabat adalah bagian dari Hukum Taurat Perjanjian Lama, dan orang-orang Kristen bebas dari belenggu Hukum Taurat (Galatia 4:1-26; Roma 6:14). Orang Kristen tidak perlu memelihara Sabat – baik itu Sabtu ataupun Minggu. Hari pertama dalam minggu itu, hari Minggu, hari Tuhan (Wahyu 1:10) memperingati ciptaan baru di mana Kristus adalah Pemimpin kita yang sudah bangkit. Kita tidak perlu mengikuti Sabat dari Musa – beristirahat, namun kita sekarang bebas mengikuti Kristus yang bangkit – melayani. Rasul Paulus mengatakan bahwa masing-masing orang Kristen harus memutuskan apakah akan beristirahat pada hari Sabat, “Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri” (Roma 14:5) Kita beribadah kepada Tuhan setiap hari, bukan hanya pada hari Sabtu atau Minggu.

Sumber : http://www.gotquestions.org/indonesia/Sabat-Sabtu-Minggu.html

Make Me Strong in Spirit

Make Me Strong in Spirit

Make me strong in spirit,
Courageous in action,
Gentle of heart,

Let me act in wisdom,
Conquer my fear and doubt,
Discover my own hidden gifts,

Meet others with compassion,
Be a source of healing energies,
And face each day with hope and joy.
– Abby Willowroot

Buatlah aku Kuat dalam Roh

Buatlah aku kuat dalam Roh,
Berani beraksi,
Lembut hati,

Biarkan aku bertindak bijaksana,
Menaklukkan rasa takut dan ragu,
Menemukan berkat dan karunia yang tersembunyi,

Hidup bersama dengan penuh belas kasihan,
Menjadi sumber kekuatan penyembuhan,
Dan menghadapi hari demi hari dengan harapan dan sukacita.
– Abby Willowroot

sumber :  http://www.spiralgoddess.com