jump to navigation

Iman Sebesar Biji Sesawi 27 Maret 2011

Posted by garinps in Renungan.
trackback

Ayat Bacaan :

Matius 13(31) Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.

(32) Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Didalam alkitab, terdapat  6 ayat yang berbicara tentang biji sesawi. Semuanya terdapat didalam kitab perjanjian baru. Biji sesawi dapat berasal dari tiga jenis tanaman yang berbeda: biji sesawi hitam (nigra), biji sesawi Indian berwarna coklat (juncea), dan biji sesawi putih atau kuning (hirta / sinapis alba). Diameter biji sesawi kurang lebih 1 milimeter. Tanaman sesawi tergolong sebagai tanaman sayuran. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari daerah Laut Tengah timur laut dan sekarang tersebar hingga India. Di India bijinya digunakan sebagai salah satu komponen bumbu kari dan sumber minyak masak, walaupun semakin terdesak oleh sesawi India. Kandungan minyaknya mencapai 30% dan sebagian besar mengandung asam lemak tak jenuh. Di Eropa Timur dan Kanada digunakan sebagai penekan batuk dan mengatasi infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) sebelum digunakannya obat-obatan modern. Caranya adalah dengan biji yang telah dilepas cangkangnya dan membuat semacam balur yang diletakkan di dada atau punggung hingga si sakit merasakan “sengatan”.

Secara biologis, dari biji sekecil itu, dapat menghasilkan tanaman yang tingginya mencapai 5 meter. Tetapi pada umumnya tanaman ini rata-rata mencapai ketinggian 1.3 meter saat dewasa. Artinya, lebih besar dari ukuran sayuran manapun.

Sesawi hitam, black mustard, atau Brassica nigra (L.) WDJ. Koch merupakan tanaman semusim yang ditanam untuk dimanfaatkan bijinya sebagai rempah-rempah. Biji sesawi hitam diolah menjadi mustar. Mustar hitam yang dihasilkannya merupakan mustar dengan “daya sengat” yang paling kuat — namun nyaris tanpa aroma — dibandingkan dengan sumber mustar lainnya. Sebagaimana sesawi lain, efek “sengatan” ini berasal dari kandungan beberapa bahan golongan glukosinolat seperti sinalbin, sinigrin, dan sinapin. Tumbuhan ini dapat tumbuh setinggi 50 hingga 250cm dengan mahkota bunga berwarna kuning. Daunnya ditutupi dengan rambut-rambut kecil. Di alam, sesawi hitam bersifat oportunis dan dapat tumbuh di sembarang tempat sehingga sering menjadi gulma. Bijinya kecil, dengan diameter kurang dari 1mm.

Dalam tradisi Kristen, biji sesawi hitam inilah yang diperkirakan yang dimaksud dalam “Perumpamaan biji sesawi” yang disampaikan Jesus dalam beberapa kitab Injil. Jika kita berkunjung ke Danau Galilea, oleh-oleh yang banyak diperjual belikan adalah biji sesawi, baik sesawi hitam maupun yang putih.

Pelajaran penting dari Biji Sesawi :

Bahwa orang kristen telah dibangun dengan iman sebesar biji sesawi,  yang artinya iman kepada Yesus sang pencipta. Iman kepada Yesus inilah yang menyebabkan kita dapat memindahkan gunung, walaupun iman paling sederhana sekalipun dengan lain perkataan siapapun yang percaya kepada Yesus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat berarti ia telah memiliki iman sebesar biji sesawi. Berbeda dengan iman kepada diri sendiri, dimana kita terlalu percaya bawa hanya kita yang mampu mengerjakan dan mampu mengubah situasi. Cukup banyak orang kristen yang lebih mengandalkan dirinya sendiri dibandingkan kepada Yesus, sehingga imannya bisa lebih besar dari biji sesawi, akan tetapi iman ini mungkin saja tidak mampu memindahkan gunung-gunung kehidupannya.

Setiap iman sebesar biji sesawi yang dimiliki oleh orang kristen ini adalah kekuatan dari kehidupan imannya. Sehingga apabila biji sesawi tersebut yang ditanam di dalam kehidupan iman kita jika tidak dirawat dan di biarkan tumbuh tidak beraturan, dapat menjadi gulma dimana tumbuhan tersebut tidak terawat bahkan menjadi rerumputan yang mengganggu ataukah sebaliknya tumbuhan itu dirawat bahkan bisa bertumbuh tinggi dan lebat dan bahkan menghasilkan buah. Tetapi yang utama adalah biji sesawi tersebut haruslah ditanam dan dipelihara dengan baik pada tanah yang sehat.

Kekristenan sekarang ini berasal dari masing-masing biji sesawi yang di tanam oleh pengajar-pengajar kristen yang tekun dan setia. Tidak terbayangkan apabila para pekabar injil yang masuk ke Indonesia tidak memelihara biji sesawi tersebut, mungkin saat ini kita tidak berkumpul di sini. Dari iman yang kecil tersebut di siram dan dan dipelihara serta diberi pupuk, mendapat hujan bahkan matahari sehingga injil bisa menjadi kekuatan Allah yang besar dan dahsyat.

Bapak / Ibu sekalian,

Kita masing-masing telah memiliki iman sebesar biji sesawi. Persoalannya apakah iman itu bisa bertumbuh subur ataukah iman itu tidak berkembang seperti yang diharapkan oleh Tuhan Yesus atas hidup kita semua.

Jika ada yang bertanya sebesar bagaimanakah kita bisa menyatakan iman sebesar biji sesawi.  Iman sebesar biji sesawi hanya bisa dinyatakan dalam kehidupan iman sehari-hari apabila hidup kita hanya bergantung sekali lagi kepada Tuhan Yesus yang memberi kehidupan. Ketergantungan dan berharap kepada Yesus itulah yang membuat iman sebesar biji sesawi itu bisa membuat gunung-gunung bisa bergeser.

Jadi mau dikatakan iman sekecil apapun juga yang penting didalam Yesus, iman itulah yang bisa membuat sesuatu menjadi nyata. Pandanglah kehidupan keluarga / rumah tangga kita, dimana pengharapan itu kita gantungkan kepada Yesus Kristus, dimana ada keluarga yang telah berusia puluhan Tahun tetapi ada yang masih muda, dengan berbagai persoalan yang dihadapi setiap waktu dari tahun ke tahun, tetapi masih terpelihara bahkan Tuhan tetap membangun kehidupan kita semua.

Artinya biji sesawi itu apabila di tempatkan di dalam gelas kecil tidak mungkin akan bertumbuh. Ia akan bertumbuh di tanah yang subur apabila di tanam di dalam tanah. Kita semua memiliki iman sebesar biji sesawi dimana masing-masing diberikannya untuk menjalani kehidupan ini atau dengan lain perkataan segala sesuatu harus dimulai dari biji sesawi. Biji sesawi ini berbicara :

  • Dream (mimpi)
  • Vision (visi)
  • Potensi (potensi)
  • Idea (ide)

Supaya biji sesawi ini dapat tumbuh, maka ia harus di nurturing (pelihara)

  1. Tanah yang baik
  2. Dihindarkan dari batu- batu / semak duri
  3. Disinari dengan matahari/ diberi hujan.

Selamat dan berkat bagi bapak dan ibu sekalian.

Palu, 22 Maret 2011

About these ads

Komentar»

1. YULI - 1 Juni 2011

ALLAH KITA TAU MANA YANG TERBAIK UNTUK ANAKNYA DAN TUHAN INGIN BIJI SESAWI YANG DA DALAM KIITA BOLEH BERTUMBUH DAN SLALU MENGUCAP SYUKUR ATAS PERSOALAN YANG DIIJINKAN TUHAN DALAM KITA. SETIDAKNYA DAPAT MEMBAWA KITA LEBIH MELEKAT PADA TUHAN YESUS DAN MENGADALKAN TUHAN DALAM SEGALA PERKARA DAN DLM SEIAP KELEMAHAN KETIDAK PERDAYAAN KITA . KITA BISA MELIHAT KUASA ALLAH KITA YESUS YANG MAMPU MENGATASI PERSOALAN KITA MENJAWAB DANMENOLONG SETIAP PERSOALAN ALLAH KITA DAHSYAT ,SAYA BERSYUKUR PADA YESUS ENGKAU BAIK TUHAN .JANGAN PERNAH TINGALKAN YESUS APAPUN MASALAH KITA, KARNA DIALAH SUMBER SGALANYA KITA PELIHARA IMAN YANG ADA DLM HATI KTA DISIRAMI DENGAN DOA PENYEMBAHAN DAN BACA FIRMAN TUHAN AGAR TIDAK SEORANGPUN YANG DAPAT MENYESATKAN KETIKA KITA TAU KEBENARAN FIRMAN TUHAN JADI PELAKU FIRMAN DAN BERBUAH AGAR DAPAT MENJADI BERKAT BAGI BANYAK JIWA. THANKS TUHAN YESUS I LOVE TUHAN YESUS AMIN


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: